Tanaman tomat anda terserang tungau? Ini dia rekomendasi penanganannya

Sumber : Agrokomplekskita.com

Tungau merupakan salah satu hewan avertebrata yang memiliki ukuran sangat kecil dan tergolong dalam jenis laba-laba menurut kekerabatannya. Tungau sangat mudah beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, seperti di darat, laut hingga menjadi parasite pada hewan lain atau tanaman. Fatalnya, di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada tanaman. Salah satunya adalah kerusakan dedaunan pada tumbuhan suku terong-terongan Solanaceae, seperti tomat.

Untuk mengenalinya, ada beberapa gejala yang menandakan bahwa tanaman tomat sedang terserang hama tungau, antara lain klorosis ringan hingga berat, ditandai oleh munculnya bercak kuning/putih, daun mengering hingga layu, serta adanya serangan berat ditandai dengan kemunculan benang-benang halus yang menyelimuti bagian tanaman.

Jika sudah terlihat beberapa gejala tersebut, maka petani harus segera mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini :

– Cara Mekanis yaitu dengan mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang jika kerusakan belum tersebar.

–  Penggunaan Biokontrol yaitu melalui introduksi Serangga dan Tungau Predator. Introduksi serangga ini merupakan agen pengendalian biologi suatu spesies atau gulma yang bertujuan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap spesies hama. Beberapa biocontrol yang bisa digunakan adalah Stethorus sp, Feltiella sp, Antrochnodax sp, Oligota sp, Phytoseiulus sp, Amblyseius sp.

– Cara Kimiawi yaitu menggunakan akarisida yang merupakan pestisida yang berfungsi membunuh kutu dan tungau pada tanaman, seperti avermectin, milbemectin.

Selain cara mengatasi, petani juga perlu mengetahui cara pencegahannya. Berikut ini beberapa rekomendasi pencegahan yang bisa diterapkan untuk mengatasi serangan hama tungau pada tanaman tomat, antara lain :

  • Menghindari penanaman tomat dekat tanaman inang lain dari hama ini
  • Memasang penghalang fisik (jaring nylon) di sekitar lahan tomat
  • Instalasi Mulsa Plastik pada tanah sekitar tanaman tomat. Adapun instalasi mulsa plastic ini merupakan lembaran plastik khusus dengan dua sisi yang berbeda warna, yaitu hitam dan perak dan digunakan untuk menutupi lahan tanaman budidaya untuk mencegah pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, menjaga struktur tanah, mencegah erosi permukaan tanah serta meminimalisir hama dan penyakit tanaman.
  • Pemasangan Yellow Paper Trap (40 trap/ha). Yellow trap ini merupakan sebuah jebakan hama dengan menggunakan papan atau plastic berwarna kuning agar mampu menarik kedatangan hama.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman tomat. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply