Apa itu Transplanting Bibit pada Tanaman Sawi?
Sawi Photo by harvesttotable.com

Apa itu Transplanting Bibit pada Tanaman Sawi?

Sawi merupakan sekelompok tanaman dari marga Brassica yang mana daun atau bunganya dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Selain memiliki harga ekonomis yang cukup stabil, tanaman sawi juga merupakan jenis tanaman yang bisa dibilang cukup mudah untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan sawi bisa hidup di dataran tinggi maupun di dataran rendah, selain pada kondisi kering. Penanaman bibit sawa pun terbilang cukup mudah. Berikut KerabaTani rangkumkan cara penanaman bibit sawi yang benar.

  1. Benih sawi disemai selama 2 minggu dalam tray yang telah diisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
  2. Penanaman bibit dilakukan dengan cara transplanting bibit ke lahan menggunakan jarak tanam 50×60 cm dengan isi bibit 1/lubang tanam.

Pada penanaman bibit sawi, petani bisa menggunakan cara transplanting bibit. Lalu apakah transplanting bibit?

Transplanting bibit adalah pemisahan bibit dari sekelompoknya hingga menjadi tanaman individu dalam suatu wadah hingga tanaman individu dalam suatu wadah tersendiri sesuai dengan ukuran dan pertumbuhannya. Tujuannya yaitu untuk mempercepat pertumbuhan bibit, mempermudah bibit menyesuaikan diri dengan lingkungan, mengurangi tingkat kematian bibit dilapangan, dan memudahkan dalam pemindahan bibit ke lapangan.

Transplanting bibit terbagi menjadi beberapa, diantaranya yaitu :

  1. Potting : merupakan kegiatan pemindahan tanaman/bibit dari bedengan semai atau flat pembibitan ke pot-pot yang telah disiapkan dengan tanah dan campuran pupuk.
  2. Repotting : merupakan kegiatan pemindahan tanaman dari pot-pot/polybag yang lebih kecil ke pot-pot yang berukuran lebih besar.
  3. Pricking off : merupakan cara persemaian dengan hanya menaburkan benih di atas bedengan semai untuk kemudian dipindah tanamkan ke polibag maupun ke bedengan-bedengan yang tersedia.
  4. Setting out : merupakan tindakan pemindahan tanaman dari pot-pot, flat maupun bedengan ke tempat penanaman di lapang.

Adapun kriteria bibit yang siap untuk dilakukan transplanting yaitu :

  • Tumbuh sehat tidak terserang hama dan penyakit, subur dan seragam
  • Cukup umur, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua
  • Struktur perakarannya baik, akar tunggang lurus dan cukup panjang
  • Calon batang lurus dan tidak patah

Saat ini, para petani tidak perlu direpotkan dengan melakukan transplanting pada bibit sawi, dikarenakan KerabaTani telah hadir sebagai platform smart farming solution untuk membantu para petani dengan menyediakan bibit sawi berkualitas dari para petani pintar yang telah menggunakan teknologi internet of things atau produk pengembangan KerabaTani.

Leave a Reply