Atasi Gejala Serangan Hama Tungau Pada Tanaman Bayam Dengan Rekomendasi Ini
Bayam Photo by needpix.com

Atasi Gejala Serangan Hama Tungau Pada Tanaman Bayam Dengan Rekomendasi Ini

Tungau adalah satu jenis hama yang menyerang tanaman bayam. Jika dilihat dari bentuknya, hewan ini hampir sama dengan kutu, akan tetapi tergolong dalam jenis serangga atau kategori laba-laba. Tungau dapat menetas dan berkembang dalam waktu 3 hari dengan masa hidup 2 sampai 4 minggu. Tungau bias hidup dalam kondisi kering dan suhu optimal 27 derajat. Walaupun demikian, tungau memiliki perkembangbiakan yang sangat cepat. Satu induk betina dapat bertelur hingga 20 butir per hari, bahkan bias mencapai satu juta dalam satu bulan dari setiap induk. Selain itu, kemampuan adaptasi tungau juga sangat tinggi, termasuk mampu bertahan dari pestisida. Oleh karena itu, penggunaan pestisida untuk pengendalian hama tungau membutuhkan waktu yang lama dan perlu dilakukan secara terus menerus.

Ukuran tungau memang sangat kecil. Namun, jika dilihat dari segi dampak kerusakan yang ditimbulkan pada tanaman, tungau menjadi hama yang tidak patut diremehkan. Pasalnya, tungau merusak tanaman dengan cara menghisap cairan daun, menyerang bagian batang hingga buah. Gejala serangannya dimulai dari adanya klorosis ringan hingga berat yang ditandai oleh munculnya bercak kuning/putih, daun mengering hingga layu, bahkan jika serangan berat ditandai dengan kemunculan benang-benang halus yang menyelimuti bagian tanaman. Tentu jika muncul beberapa gejala tersebut, petani harus segera melakukan tindakan pengendalian. Jika serangan belum parah, langkah mekanisnya bisa langsung mencabut dan musnahkan tanaman yang terserang. Selain mekanis, petani juga bisa menggunakan alternative biocontrol seperti introduksi Serangga dan Tungau Predator (Stethorus sp, Feltiella sp, Antrochnodax sp, Oligota sp, Phytoseiulus sp, Amblyseius sp) atau secara kimiawi menggunakan Akarisida (Abamectin, Dicofol). Untuk mencegah penyerangan lebih lanjut, petani bisa melakukan pemasangan Yellow Paper Trap (40 trap/ha) pada tanaman bayam.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman bayam. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply