Awas ! ada banyak jenis serangga penyerang tanaman bayam. Kenali gejala dan cara mengatasinya

Awas ! ada banyak jenis serangga penyerang tanaman bayam. Kenali gejala dan cara mengatasinya

Sumber: 8villages.com

Hama dan penyakit merupakan organisme penganggu tanaman budidaya yang perlu diwaspadai. Tak terkecuali tanaman bayam. Walaupun secara umum, hama pada area penanaman bayam hanya sedikit, akan tetapi dapat menyerang tanaman mulai dari fase persemaian, pertumbuhan, sampai fase panen. Jika tidak segera ditindaklanjut, hama dan penyakit dapat menimbulkan kerusakan yang fatal, menurunkan produktivitas hingga kematian pada tanaman. Tentu jika serangkaian hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi, maka petani akan mengalami kerugian besar.

Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman bayam adalah serangga. Ada banyak jenis serangga penyerang tanaman bayam yang perlu diketahui oleh petani, antara lain :

Ulat Daun (Plutella xylostella)

Ulat daun ini berwarna hijau seperti daun dengan panjang kira-kira 1-2 cm. Telurnya berbentuk lonjong atau bulat, berwarna putih, dan terbungkus bulu-bulu tipis. Ulat duan seringkali melakukan serangan secara menyeluruh pada daun, hingga menyisakan tulang daun. Pengendalikan ulat daun dapat dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan Deltamethrin (Decis) dan Beta siflutrin (Buldok). Selain itu, petani juga bisa menggunakan alternatif lain yaitu biocontrol melalui introduksi parasitoid (Diadegma semiclausum), Bacillus thuringiensis (Kitin SL, Turex WP) atau biopestisida menggunakan ekstrak mimba, ekstrak bawang putih dan pyrethrin. Untuk mencegah penyebaran atau penyerangan kembali, petani bisa menerapkan budidaya dalam nethouse atau pengendalian terpadu dengan ayam.

Ulat Penggulung Daun (Hymenia recurvalis)

Gejala serangan pada ulang penggulung daun ditandai dengan daun berlubang dan menggulung. Biasanya terdapat ulat yang bersembunyi dibalik gulungan daun. Cara mengatasinya bisa dilakukan dengan beberapa alternatif. Adapun penanganan secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan Bifenthrin, Cypermethrin dan Zeta-Cypermethrin. Cara lain yang bisa diterapkan adalah biopestisida menggunakan Ekstrak Mimba, Ekstrak Bawang Putih, dan pyrethrin dan Biokontrol berupa Bacillus thuringiensis (Kitin SL, Turex WP)dan Trathala flavoorbitalis.

Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Serangan ulat grayak mirip dengan ulat daun yaitu bersifat menyeluruh pada daun hingga menyisakan tulang daun. Langkah penanganannya bisa dilakukan dengan du acara yaitu biokontrol berupa Parasitoid (Trichogramma sp), Virus SlNPV dan Biopestisida menggunakan Ekstrak Mimba, Ekstrak Bawang Putih.

Belalang

Tanaman bayam yang terserang belalang bisa dilihat dari adanya bekas gigitan bersih dan seringkali berbentuk lingkaran. Untuk mengatasinya, petani bisa menggunakan cara kimiawi  seperti Beta-Cyfluthrin, Bifenthrin, Carbaryl, Diflubenzuron, Zeta-Cypermethrin dan biopestisida menggunakan ekstrak mimba, ekstrak bawang putih. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menanam tanaman refugia (kenikir, tahikotok, bunga matahari) untuk mengundang serangga predator (belalang sembah, laba-laba) dan pengendalian terpadu dengan ayam.

Uret (Larva kumbang)

Serangga jenis urat cenderung melakukan serangan pada akar tanaman. Akibatnya tanaman menjadi layu dan kemudian mati. Untuk mengatasinya, petani bisa menggunakan cara kimiawi, seperti Diazinon (Diazinon 600 EC) atau biopestisida berupa ekstrak mimba. Selain itu, petani juga perlu menerapkan langkah pencegahan agar hama tidak kembali menyerang. Beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan, antara lain :

– Solarisasi yaitu menutup lahan dengan plastik polietilen selama 6 minggu sebelum tanam

– Pemasangan Lampu perangkap untuk menangkap kumbang dewasa

– Cara kimiawi melalui Aplikasi Carbofuran (Furadan 3G) pada saat penanaman

Kutu Daun (Aphis gossypii, Myzus persicae)

Tanaman bayam yang terserang kutu daun akan menunjukkan beberapa gejala, diantaranya bercak pada daun disertai dengan kerutan, gerombolan kutu teramati pada bagian bawah daun atau bagian tanaman lain, hingga serangan berat seringkali disertai dengan infestasi semut dan embun jelaga (sooty mold). Untuk mengatasinya, petani bisa langsung memangkas dan memusnahkan daun-daun yang terserang. Penanganan menggunakan introduksi serangga predator kutu daun (kumbang koksi/ladybug, assassin bug) juga bisa dilakukan. Adapun alternative lain, petani bisa menggunakan cara kimiawi seperti Abamectin (Dimectin 18 EC) dan Deltametrin (Decis 25 EC).

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman bayam. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply