<strong>Awas! Ini Dia Gejala Tanaman Nanas Anda Terserang Nematoda</strong>

Awas! Ini Dia Gejala Tanaman Nanas Anda Terserang Nematoda

Sumber: pixabay.com

Nanas merupakan salah satu komoditas ekspor utama di Indonesia. Kebutuhan ekspor menuntut petani untuk menghasilkan produk komoditas yang berkualitas agar memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu langkah yang harus dilakukan petani adalah dengan melakukan perawatan secara rutin dan pengawasan yang ketat dari organisme Penganggu Tanaman (OTP) agar tanaman tumbuh dengan baik dari awal tanam hingga masa panen. Adanya OTP pada tanaman dapat berdampak buruk terhadap kualitas buah bahkan berpotensi menimbulkan gagal panen jika tidak segera diatasi.

Nematoda adalah salah satu jenis OTP yang kerap menyerang tanaman. Nematoda berbentuk cacing kecil yang menyerupai tali dan memiliki siklus hidup dalam tanah dengan kedalaman 30 cm. Salah satu jenis nematode yang menjadi hama tanaman nanas adalah meloidogyne spp. Nematoda ini memiliki siklus hidup tiga hingga empat minggu pada suhu 27 derajat celcius, dan 20 hari pada suhu (25 ± 30) derajat celcius. Meloidogyne spp akan mampu bertahan hidup lama pada suhu di bawah 8 derajat celcius.

Meloidogyne spp atau nematode puru akar ini cenderung menyerang pada bagian akar tanaman nanas. Bagian akar yang terserang akan membengkak dengan mencolok dan pada serangan yang hebat akan menyebabkan akar mati lalu tanaman mati total. Besarnya kerusakan yang ditimbulkan membuat hama jenis nematode yang satu ini perlu segera diatasi dalam waktu singkat, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Sumber: lingkarsa.com

Langkah pemberantasan yang bisa dilakukan oleh petani adalah dengan menggunakan pestisida seperti Furadan 3G dengan dosis 20-30 kg per Ha. Namun, penanganan terhadap hama nematode puru akar ini tidak hanya berhenti pada penggunaan pestisida tersebut. Petani juga perlu mencegahnya dengan cara menggunakan benih nanas yang tahan nematoda. Selain itu, petani juga perlu melakukan rotasi tanaman secara berkala dan membiarkan lahan terbuka selama 2-3 minggu setelah lahan diolah.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman nanas. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply