Awas !! Ini Dia Gejala Tanaman Porang Saat Terkena Hama Bakteri Dan Cara Penanganannya
1 (porang) Photo by infoblora

Awas !! Ini Dia Gejala Tanaman Porang Saat Terkena Hama Bakteri Dan Cara Penanganannya

Hama merupakan organisme perusak tumbuhan yang tiada habisnya diperbincangkan dalam dunia pertanian. Hal ini karena hama memang memiliki beragam jenis. Salah satunya adalah bakteri. Walaupun, sebenarnya tidak semua bakteri bisa dikategorikan dalam hama tanaman. Ada bakteri yang justru dijadikan biopestisida untuk memberantas hama tanaman. Sebagaimana bakteri Bacillus thuringensis yang ditemukan dari New Zealand. Bakteri ini sudah dibuktikan secara efektif mampu memberantas hama tanaman terutama pada jenis tanaman sayur-sayuran.

Adapun bakteri yang bersifat merusak tanaman disebut dengan bakteri pathogen. Sebelum menyerang tanaman, bakteri ini terlebih dahulu mengeluarkan signal yang disebut dengan asiletithomoserinlakton. Menurut Dosen dari Departemen Proteksi Tanaman, Insitut Pertanian Bogor (IPB), Giyanto, menjelaskan bahwa sifat pathogen bakteri jahat memiliki berbagai wujud. Ada yang wujudnya eksopolisakarida yaitu semacam lendir, ada yang berbentuk enzim, dan ada juga yang menitipkan gen pada tumbuhan.

Salah satu contoh bakteri pathogen perusak tanaman adalah Erwinia carotovora. Bakteri ini menyerang tanaman umbi-umbian seperti porang. Erwiana carotorova hidup soliter atau berkelompok dalam pasangan atau rantai. Sel bakteri berbentuk batang dengan ukuran (1,5 – 2,0) x (0,6 – 0,9) icron, dan bergerak menggunakan flagella yang terdapat di sekeliling sel bakteri.

Bakteri Erwinia carotovora ini menyebabkan penyakit busuk lunak. Jika pada tanaman porang, gejala yang ditimbulkan yaitu busuk basah pada tangkai daun dan ubi. Jika terdapat gejala ini pada tanaman porang, maka langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan cara memberikan asam oksolinik (Starner 20 WP), Asilbenzolar-S-metil+ Mankozeb (Bion M 1/48 WP) dan antibiotik berupa Streptomycin (Agrept 20 WP) (200 ppm) + Chloramphenicol (200 ppm). Agar bakteri tidak kembali menyerang, petani bisa mencegahnya dengan beberapa cara berikut ini :

  • Membuang bahan bahan tanam (ubi) yang terinfeksi
  • Mencegah luka pada batang dan daun
  • Menghindari penanaman dekat tanaman vector Erwiana yang lain seperti kentang dan kubis
  • Pencegahan serangan serangga vektor, seperti kutu daun (Myzuz sp., Aphis sp., Pentalonia nigronervosa).

Petani perlu memahami jenis-jenis bakteri beserta karakteristiknya, apakah mendukung proses pertumbuhan atau justru merusak tanaman. Gejala, penanganan dan pencegahan juga menjadi hal penting yang wajib dikuasai oleh petani sehingga pertumbuhan tanaman bisa terjaga dengan baik dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman porang. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply