Berikut Cara Penanaman Si Kuning Yang Kaya Vitamin C
Jeruk Photo by Hans Braxmeier from Pixabay

Berikut Cara Penanaman Si Kuning Yang Kaya Vitamin C

Jeruk adalah tanaman dengan kadar vitamin C dan mineral yang tinggi. Tanaman ini memiliki biji berkeping dua atau dikotil. Jeruk dapat dimakan secara langsung atau diolah menjadi bahan baku makanan atau minuman. Jeruk memiliki beberapa spesies yang berbeda – beda seperti Citrus amblycarpa (Jeruk Lemon), Citrus aurantifolia (Jeruk Nipis), Citrus maxima ( Jeruk Bali) dan masih banyak lagi spesies jeruk yang lain.

Cara menanam jeruk yang tepat adalah penentu keberhasilan dalam budidaya jeruk. Mulai dari pemilihan lokasi, teknis cara menanam jeruk, jenis jeruk yang akan ditanam, pemilihan bibit jeruk, cara merawat jeruk, cara menangani penyakit jeruk, sampai manfaat penggunaan pupuk organik yang sudah dirangkum oleh KerabaTani dengan memperbaruinya menggunakan teknologi internet of things, sehingga sangat memudahkan para petani jeruk di seluruh Indonesia.

Persiapan Bahan Tanam

Bibit jeruk dapat berasal dari perbanyakan vegetatif maupun secara generatif, tetapi bibit yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan secara vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk.

Persyaratan Bibit Yang Baik

  • Bebas penyakit
  • Mirip dengan sifat induk (true to type)
  • Subur, berdiameter batang 2-3 cm
  • Permukaan batang halus
  • Akar serabut banyak
  • Akar tunggang berukuran sedang
  • Memiliki sertifikasi penangkaran bibit

Teknik Penyemaian Bibit

1. Cara generatif (biji) 

Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari (bertujuan untuk menghilangkan lendir yang menyelimuti biji) 2. Cara vegetatif (okulasi) 

Batang bawah dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Varietas batang atas yang digunakan mempunyai kualitas dan produksi buah yang baik, yang biasa digunakan adalah varietas jeruk keprok siem. Tahapan pelaksanaan okulasi adalah dengan menyayat kulit batang bawah, mengiris mata tempel, memasang mata tempel ke sayatan batang bawah, kemudian mengikat tempelan hasil okulasi. Hasil okulasi ditempatkan yang teduh (ternaungi) agar tidak langsung kena sinar matahari. Setelah umur 3-4 minggu, dilaksanakan pelepasan ikatan okulasi. Keberhasilan ditandai dengan munculnya calon tunas berwarna hijau

Teknik Penanaman

  1. Cara generatif (biji) 

Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindahkan ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1 : 1 : 1)

  • Cara Vegetatif 

Sebelum ditanam, dilakukan pengurangan daun dan cabang berlebih serta pengaturan akar tanaman sehingga tidak ada yang terlipat. Selain itu petani juga harus memperhatikan jarak tanam, yaitu :

  • Keprok & Siem : 5 x 5 m
    • Manis : 7 x 7 m
    • Sitrun : 6 x 7 m
    • Nipis : 4 x 4 m
    • Grape fruit : 8x 8 m
    • Besar : 10-12 m x 10-12 m 

Leave a Reply