Cara Mengatasi dan Mencegah Serangan Cendawan Pada Tanaman Kangkung
Kangkung Photo by nurabidatul.wordpress.com

Cara Mengatasi dan Mencegah Serangan Cendawan Pada Tanaman Kangkung

Kangkung merupakan salah satu tanaman yang banyak diminati oleh petani untuk dibudidayakan. Selain karena mudah perawatannya, kangkung termasuk dalam jenis tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Namun, bukan berarti tanaman kangkung bebas dari hama dan tidak memerlukan perawatan. Kangkung juga bisa terserang hama dan penyakit jika dipengaruhi oleh factor iklim dan sanitasi lingkungan. Tentu jika tidak segera dilakukan penanganan, maka berpotensi pada terganggunya pertumbuhan tanaman dan menyebabkan kerugian bagi petani itu sendiri.

Salah satu hama dan penyakit yang kerap menyerang tanaman kangkung adalah jamur (cendawan). Perlu diketahui, ada dua jenis cendawan penyerang tanaman kangkung, antara lain :

Jamur (Albugo ipomoeae-reptans)

Jamur (Albugo ipomoeae-reptans) ini merupakan penyebab penyakit karat putih pada tanaman kangkung. Gejala yang ditimbulkan adalah daun mengalami karat putih yang terdapat di permukaan bawah daun, disertai dengan adanya bercak kuning pada daun tanaman. Petani bisa mengatasi jamur ini dengan langsung memotong daun yang terkena penyakit atau menggunakan cara kimiawi berupa Dithane M-45 atau Antracol konsentrasi 2-3 g/lt air. Selain itu, untuk mencegah penyerangan jamur Jamur (Albugo ipomoeae-reptans) pada tanaman kangkung, petani perlu menggunakan benih varietas unggul dan Daconil atau Vandozep 0,05-2%.

Rhizoctonia solani Kuhn

Rhizoctonia solani Kuhn menyebabkan penyakit hawar pelepah padi. Penyakit ini sudah berkembang dan tersebar luas di daerah penghasil padi di Indonesia. Namun, ternyata tidak hanya padi, jamur R.Solani ini juga menyerang kangkung. Tanaman yang terserang batang dan daunnya membusuk dan kebasah-basahan. Untuk mengatasinya, petani bisa langsung mencabut tanaman yang terserang atau dengan cara kimiawi melalui penggunaan Dithane M-45 0,2%. Selain itu, petani juga perlu melakukan pergiliran (rotasi) tanaman secara berkala untuk mencegah penyerangan kembali jamur R. Solani.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman kangkung. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply