Cari Tahu Bagaimana Menyiapkan  Tanah untuk Menanam Wortel
Wortel Photo by Yerson Retamal dari Pixabay

Cari Tahu Bagaimana Menyiapkan Tanah untuk Menanam Wortel

Wortel (Daucus carolta L.) merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian. Ciri khas wortel adalah memiliki warna oranye, berasa gurih, renyah dan sedikit manis setelah dimasak. Sayuran ini dikenal sebagai sumber vitamin A. Akan tetapi worteljuga mengandung banyak vitamin B dan vitamin C. Jika dilihat dari bentuknya, terdapat tiga jenis wortel yaitu jenis imperator, chantenay, dan nantes. Wortel jenis imperator memiliki ciri khusus yaitu umbinya bulat dan panjang, ujungya lancip, dan terdapat akar serabut pada umbinya. Selanjutnya, yaitu jenis chantenay memiliki umbi yang bulat dan panjang, tidak terdapat akar serabut, dan ujungnya tumpul. Jenis terakhir atau jenis nantes memiliki bentuk yang merupakan gabungan dari jenis imperator dan chantenay.

Meskipun sangat cocok dibudidayakan di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut, akan tetapi wortel masih tetap bisa tumbuh dengan baik pada dilahan dengan ketinggian di atas 500 meter dpl. Tanaman wortel menyukai tanah yang mengandung banyak humus dan gembur dengan tingkat keasaman antara pH 5,5–6,5. Untuk mengetahui pH tanah dengan mudah, petani dapat menggunakan teknologi zenbox dari KerabaTani. Teknologi ini akan terhubung dengan mobile system dimana nantinya monitoring dapat dilihat melalui smartphone yang telah terhubung. Teknologi ini juga dilengkapi dengan enam sensor untuk melihat kelembaban udara, kelembaban tanah, suhu udara, intensitas cahaya, unsur pH tanah dan suhu tanah.

Persiapan Lahan Budidaya Wortel

Lahan untuk budidaya wortel harus dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 50 cm. Kedalaman ini sangat mempengaruhi umbi wortel yang nantinya akan tumbuh. Apabila tekstur tanah masih dirasa kurang gembur maka petani dapat melakukan pembajakan atau penggaruan yang kedua hingga tanah benar-benar gembur. Hal ini dikarenakan budidaya wortel pada struktur tanah keras akan menghambat pertumbuhan umbi-umbian. Setelah tanah digemburkan, selanjutnya buat bedengan dengan lebar kurang lebih sepanjang lengan dan ketinggian bedengan sekitar 20–30 cm. Saat membentuk bedengan, campurkan pupuk kompos sebagai pemupukan dasar. Dosis pemberian pupuk sebanyak 15–20 ton per hektar.

Leave a Reply