Hati-Hati ! Siput Juga Hama Tanaman Sawi. Berikut Cara Penanganannya
Sawi Photo by futura-sciences.com

Hati-Hati ! Siput Juga Hama Tanaman Sawi. Berikut Cara Penanganannya

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman sawi. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Siput menurut sebagian besar orang mungkin terlihat unik dan bisa disukai oleh anak kecil sebagai bahan mainan. Namun, bagi petani siput merupakan salah satu jenis hama yang berpotensi merusak tanaman karena sering memakan daun tunas dan batang. Sebenarnya siput juga pemakan rumput dan gulma liar yang bertunas hijau. Namun, karena ketersediaan lahan rumput berkurang menyebabkan binatang ini masuk ke area tanaman budidaya.

Perlu diketahui, bahwa siput terdiri dari dua macam, yaitu siput air dan darat (bekicot). Binatang ini memiliki ciri khas berupa cangkang yang berperan sebagai tulang pelindung. Namun, ada juga jenis siput yang tidak bercangkang yang biasa disebut dengan lintah. Walaupun ukuran tubuhnya cenderung kecil, tapi ternyata nafsu makan siput sangatlah besar guna mempercepat pertumbuhan tubuhnya. Hal inilah yang menyebabkan siput banyak menyerang tanaman pada musim kemarau saat rumput dan gulma dalam kondisi kering.

Serangan siput pada tanaman sawi dapat diketahui dari adanya lubang tak beraturan pada daun dan jejak lendir pada tanaman. Jika jumlah keong dalam jumlah kecil, bisa diatasi dengan cara mekanis, yaitu langsung mengambil siput dengan tangan. Namun, jika populasi siput dalam jumlah besar, maka petani perlu mengatasinya dengan cara kimiawi melalui penggunaan Metaldehyde (Toxiput 5 GR) atau pengendalian terpadu dengan bebek (biokontrol).

Pengendalian terhadap hama tidak berhenti pada langkah penanganan, akan tetapi juga perlu strategi pencegahan agar hama siput tidak kembali menyerang. Adapun rekomendasi yang bisa diterapkan petani adalah dengan memasang perangkap daun atau menggunakan aplikasi mulsa organik bertekstur tajam (kulit kayu, kulit telur).

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman sawi. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply