Ini Dia Gejala Dan Penanganan Tanaman Tomat Yang Terkena Serangan Hama Bakteri
Tomat Photo by Ayesha Firdaus

Ini Dia Gejala Dan Penanganan Tanaman Tomat Yang Terkena Serangan Hama Bakteri

Layu pada tanaman mungkin sudah menjadi kondisi yang akrab ditemui. Namun, sebagai petani yang sedang budidaya tanaman tomat, kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Hal ini karena tomat yang layu tidak bias segar kembali seketika hanya dengan cara disirami air. Petani perlu mengetahui penyebab layu pada tanaman tomat. Bisa jadi karena jamur atau bahkan bakteri yang membutuhkan penanganan khusus.

Ada jenis bakteri yang berpotensi menyebabkan layu pada tanaman, yaitu Ralstonia solanacearum yang merupakan bakteri pathogen luar tanah yang menyerang berbagai jenis tanaman budidaya, termasuk tomat. Bakteri yang satu ini mampu berkembang biak pada lingkngan yang berkelembapan tinggi, yaitu bersuhu sekitar 30-35 derajat celcius. Mekanisme penyerangannya, bakteri akan menyebar melalui tanah dan bertahan hidup di sana dalam waktu lama. Selanjutnya R solanacearum akan menginfeksi tanaman melalui akar sejak dilakukan pindah tanam. Selain itu, bakteri ini juga mampu menginfeksi melalui luka yang terdapat pada tanaman yang disebabkan oleh jenis hama yang lain, seperti nematoda, siput, dan serangga.

Setelah bakteri R solanacearum berhasil menyerang tanaman, maka akan timbul beberapa gejala yang tampak, seperti daun tua dan layu, diikuti oleh layu permanen pada seluruh bagian tanaman, serta korteks akar pada dasar tanaman membusuk. Jika petani tidak jeli terhadap gejala ini, maka petani akan menganggap kondisi ini hanyalah fenomena biasa. Padahal, tanaman sudah terserang oleh bakteri.

Oleh karena itu, petani perlu mengetahui dan memahami gejala dan penyebab kondisi yang terjadi pada tanaman, agar mampu memberikan penanganan yang tepat. Jika petani sudah mengetahui bahwa gejala tersebut disebabkan oleh bakteri, maka langkah yang bisa dilakukan adalah dengan cara berikut :

  • Cara mekanis yaitu dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi hingga ke akar, beserta tanah disekitarnya
  • Cara kimiawi dengan menggunakan asam oksolinik (Starner 20 WP), dan Streptomycin Sulfat (Agrept 20 WP).
  • Asam oksolik (staner 20 WP) merupakan satu-satunya bakterisida yang bekerja secara sistemik dengan bahan aktif. Keunggulannya, asam oksolik ini mampu menghambat dan mengendalikan penyakit layu akibat bakteri pada tanaman tobat dan kentang. Adapun Streptomycin Sulfat (Agrept 20 WP) ini juga merupakan bahan dan jenis bakterisida yang bersifat antibiotika dan bermanfaat untuk mengendalikan penyakit layu bakteri pada tanaman tomat, kedelai, tembakau, cabai, jahe, dan kentang.
  • Menggunakan Biokontrol  Bacillus subtilis. Biokontrol ini merupakan salah satu bakteri antagonis yang banyak digunakan dalam pengendalian patogen tular tanah, salah satunya bakteri S solanacearum ini.

Selain mengetahui cara penanganan, petani juga perlu memahami cara pencegahannya sehingga tanaman tomat bisa terhindar dari serangan bakteri. Adapun beberapa rekomendasi pencegahan yang bisa diterapkan, antara lain :

  • Rotasi dengan tanaman non inang (minimal 3 musim)
  • Hindari aktivitas yang melukai umbi dan akar
  • Pastikan lahan memiliki drainase yang baik
  • Penggunaan Biokontrol Aplikasi Pseudomonas fluorescens pada awal tanam (10 ml/L), diikuti dengan penyemprotan merata pada bedengan saat 15 HST (100 ml/L)

Oleh sebab itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman tomat. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply