Ini dia, proses pengolahan tanah untuk penanaman porang
Porang (tanah) Photo by cabinetryandstonedepot.com

Ini dia, proses pengolahan tanah untuk penanaman porang

Meskipun memiliki nilai gizi yang tinggi, tanaman porang masih sering dianggap sebelah mata oleh masyarakat di Indonesia. Namun setelah maraknya kisah sukses petani porang dari Jawa Timur yang mampu meraup omzet hingga milyaran dari budidaya tanaman porang, kini tanaman porang seolah menjadi alternatif tanaman baru yang layak dipertimbangkan oleh para petani. Porang merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang masuk ke dalam spesies Amorphophallus muelleri blum. Porang mengandung banyak glucomannan atau serat alami yang bisa larut ke dalam air berbentuk tepung. Hal inilah yang membuat porang banyak dicari untuk dijadikan produk kosmetik atau bahan makanan lainnya.

Saat ini banyak petani berbondong-bondong untuk mulai membudidayakan porang melihat dari perkiraan omsetnya yang menyentuh angka 12,5 juta rupiah dalam satu hektar lahan porang. Namun perlu diketahui bahwa menanam porang dibutuhkan pengetahuan yang cukup agar dapat mengahasilkan produk panen yang berkualitas. Salah satunya adalah pengetahuan mengenai pengolahan tanah yang tepat untuk menanam tanaman porang. Tanah merupakan sumber nutrisi dan wadah yang akan menentukan suatu tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik atau tidak. Berikut adalah proses pengolahan tanah secara intensif agar menjadi gembur.

  1. Pembajakan

Pembajakan dilakukan untuk membersihkan lahan dan membuat tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur akan memudahkan akar tanaman untuk menyerap unsur hara sehingga tanaman dapat ternutrisi dengan baik. Pembajakan dapat dilakukan dengan membalik tanah sedalam 20 cm menggunakan traktor atau cangkul

2. Penggaruan

Selain pembajakan, menggemburkan tanah dapat dilakukan dengan penggaruan. Penggaruan berarti memecah bongkahan tanah yang keras menggunakan traktor atau cangkul. Hal ini bertujuan untuk memperoleh butiran tanah yang gembur.

3. Solarisasi

Sumber : http://8villages.com/

Hama adalah salah satu musuh yang merugikan bagi semua petani. Oleh karena itu, sebelum menanam tanaman, para petani hendaknya memastikan bahwa pengolahan lahan telah terbebas dari hama. Hal ini dapat dilakukan dengan solarisasi. Solarisasi pada pengolahan lahan dapat dilakukan dengan menutup lahan menggunakan plastik selama 6 minggu untuk meningkatkan suhu tanah hingga 50°C. Angka tersebut dimaksudkan untuk mematikan hama yang ada di dalam tanah.

4. Pembuatan bedengan dan pemupukan dasar dengan 15-30 ton pupuk kandang (30 hari Pra Tanam).

Cara ini dilakukan dengan tujuan agar tanah mampu menyimpan nutrisi dari pupuk yang telah dituangkan, sehingga pada saat penanaman tanaman sudah bisa langsung menyerap unsur hara yang ada dalam tanah.

Selain menggunakan cara-cara tersebut, dalam pengoptimalan pengolahan lahan petani dapat mencoba teknologi hasil dari produk KerabaTani.

Teknologi ini akan terhubung dengan mobile system dimana nantinya monitoring dapat dilihat melalui smartphone yang telah terhubung. Teknologi ini juga dilengkapi dengan enam sensor untuk melihat kelembaban udara, kelembaban tanah, suhu udara, intensitas cahaya, unsur pH tanah dan suhu tanah. Dari teknologi ini, petani bisa mengontrol lahan mereka lebih efektif dan efisien, sehingga hasil produk pertanian dapat lebih mudah dikendalikan. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai teknologi ini di www.kerabatani.com !

Selamat Mencoba, Semoga Jaya

Leave a Reply