Ini Dia Rekomendasi Paling Tepat Guna Atasi Cendawan Pada Tanaman Ubi Jalar
Ubi Jalar Photo by Manseok Kim from Pixabay

Ini Dia Rekomendasi Paling Tepat Guna Atasi Cendawan Pada Tanaman Ubi Jalar

Gangguan hama dan penyakit dalam budidaya tanaman ubi jalar menjadi sebuah tantangan utama yang harus dihadapi oleh petani. Ada berbagai jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman ubi jalar. Hal ini menjadi tugas petani untuk mengetahui setiap jenis dari hama dan penyakit tersebut beserta gejala dan cara pengendaliannya. Tidak hanya ubi jalar, namun juga tanaman budidaya lainnya. Karena jika tidak, maka petani akan mengalami kerugian secara terus menerus dan beberapa dampak buruk lain pada tanaman.

Cendawan adalah salah satu hama dan penyakit pada tanaman ubi jalar. Ada dua jenis cendawan yang kerap menyerang ubi jalar, yaitu Kudis (Sphaceloma batatas) dan Busuk batang Sclerotium (Sclerotium rolfsii). Berikut gejala, cara mengatasi dan strategi pencegahan dari masing-masing cendawan :

Kudis (Sphaceloma batatas)

Penyakit kudis disebabkan oleh cendawan Sphaceloma batatas. Tanaman ubi jalar yang terserang penyakit kudis akan memiliki gejala adanya bercak dan benjolan seperti kudis pada tulang daun bagian bawah. Gejala yang lain juga akan tampak dari tunas yang terpilin dan tumbuh tegak. Jika tanaman sudah terserang penyakit ini, maka petani bisa mengatasinya dengan menggunakan fungisida clorotalonil, Dithane M-45 pada umur satu bulan hingga berumur tiga bulan dengan interval waktu satu bulan. Selain mengatasinya dengan cara kimiwi, petani juga perlu memperhatikan beberapa hal yang bisa menjadi tindakan pencegahan terhadap serangan penyakit kudis, diantaranya :

  • Menghindari pengairan yang berlebihan
  • Menanam varietas yang tahan
  • Sanitasi lahan

Busuk batang Sclerotium (Sclerotium rolfsii)

Serangan dari cendawan Sclerotium rolfsii menyebabkan bagian batang tanaman membusuk sehingga muncul penyakit busuk batang Sclerotium. Gejala lain yang ditimbulkan adalah adanya miselia jamur berwarna putih dan sklerotia jamur yang bulat, kecil seperti biji sawi. Selain menyerang batang, penyakit ini juga menyebabkan daun menguning dan tanaman menjadi layu. Untuk mengatasinya, petani bisa menggunakan bibit atau umbi dicelup dalam larutan fungisida. Untuk meningkatkan keamanan tanaman dari serangan cendawan yang satu ini, petani bisa melakukan rekomendasi pencegahan di bawah inin :

  • Sanitasi lahan
  • Mengusahakan drainase yang baik
  • Menggunakan bibit umbi yang sehat

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman ubi jalar. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply