Ini Dia Rekomendasi Penanganan Sawi Yang Terserang Hama Tungau

Ini Dia Rekomendasi Penanganan Sawi Yang Terserang Hama Tungau

Sumber: mitalom.com

Tungau merupakan salah satu jenis hama tanaman sawi yang dikatgeorikan sebagai laba-laba walaupun memiliki kemiripan dengan serangga (insect). Tungau termasuk dalam hewan yang memiliki kemampuan perkembangan yang sangat tinggi. Satu induk tungau dapat menetas 20 butir per hari, sehingga tungau-tungau tersebut diperkirakan mampu bertelur hingga ratusan telur. Bahkan, seekor betina mampu berkembang biak hingga satu juta telur dalam jangka waktu satu bulan. Populasi tungau yang sangat banyak ini menyebabkan petani kewalahan dalam mengatasi hama tungau.

Tungau cenderung menyerang pada bagian daun dengan cara menghisap cairan daun di dalam jaringan mesofil hingga jaringan tersebut rusak. Hal ini berakibat pada terjadinya klorosis ringan hingga berat yang ditandai oleh munculnya bercak kuning/putih. Daun juga berpotensi akan mengering dan layu, sehingga menghambat proses fotosintesis pada tanaman. Jika serangan mulai berat akan ditandai dengan kemunculan benang-benang halus yang menyelimuti bagian tanaman.

Rekomendasi pengendalian hama tungau yang dapat dilakukan oleh petani dengan beberapa cara. Jika serangan belum parah, petani bisa segera mencabut dan musnahkan tanaman yang terserang. Alternatif lain yang bisa diterapkan adalah dengan menggunakan biokontrol berupa Introduksi Serangga dan Tungau Predator (Stethorus sp, Feltiella sp, Antrochnodax sp, Oligota sp, Phytoseiulus sp, Amblyseius sp) atau dibasmi dengan obat kimiawi seperti Akarisida (Abamectin, Dicofol). Selanjutnya, untuk mencegah penyerangan berkelanjutan dan lebih serius, petani bisa memasang Yellow Paper Trap (40 trap/ha).

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman sawi. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply