Jangan salah, begini cara memanen dan menyimpan bayam yang benar
Bayam Photo by Sigmund

Jangan salah, begini cara memanen dan menyimpan bayam yang benar

Bayam atau Amaranthus merupakan tanaman daun yang banyak tumbuh di daerah tropis, seperti di Indonesia. Bayam mengandung vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh, sehingga banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai pendamping sayuran lain atau menjadi sayuran utama. Saat ini bayam banyak ditanam secara hidroponik terkhususnya di daerah perkotaan dengan ukuran lahan yang tidak luas. Akan tetapi, untuk di desa-desa menanam bayam di lahan pertanian yang luas dengan tanah sebagai media utamanya masih menjadi primadona bagi para petani. Terlebih bayam mampu tumbuh di segala jenis tanah dan mampu hidup sepanjang tahun. Yang lebih menggiurkan lagi adalah fakta bahwa permintaan bayam di pasaran tidak pernah surut sekalipun.

Tiga hal tersebut menjadikan bayam banyak dibudidayakan dengan teknik-teknik terbaik untuk menghasilkan kualitas produk yang bagus, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, hingga perawatan. Akan tetapi para petani sering salah dalam teknik memanen dan menyimpan tanaman bayam, sehingga menjadikan bayam cepat layu. Jangan salah lagi, marilah simak cara memanen dan menyimpan tanaman bayam dengan benar yang telah dirangkum oleh KerabaTani.

  1. Teknik Pemanenan

Memanen bayam cabut dapat dilakukan setelah bayam berumur 3-4 MST. Ciri-ciri bayam yang telah siap dipanen adalah saat bayam memiliki tinggi sekitar 20 cm. Teknik memanen bayam dapat dilakukan dengan mencabut bayam, sehingga akarnya ikut tercabut atau bisa juga dilakukan dengan memotong pangkal bayam. Perlu diperhatikan bahwa pada bayam petik, pemanenan bisa dilakukan seetelah bayam berumur 1 – 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

  1. Penyimpanan Hasil Panen

Cara menyimpan bayam yang salah akan menjadikan daun bayam cepat layu, sehingga mengurangi kualitas dari bayam tersebut. Maka cara yang tepat untuk menyimpan bayam adalah menempatkan bayam yang baru dipanen di tempat yang teduh. Atau bisa menggunakan cara lain yaitu dengan merendamkan bagian akar dalam air untuk mencegah daun cepat layu. Namun yang paling utama adalah dengan melakukan pengiriman produk secepat mungkin untuk menjaga kesegarannya.

Tertarik dengan info seputar pertanian lainnya?

Kunjingi website www.kerabatani.com sekarang juga ! Dijamin kalian akan menemukan tips & trick menarik yang akan menuntun kalian untuk bertani menggunakan teknologi canggih dan produk – produk berkualitas dari KerabaTani.

Leave a Reply