Jangan Salah! Pemeliharaan Semangka Tidak Semudah Dipikirkan
Semangka Photo by aumondeduvin.com

Jangan Salah! Pemeliharaan Semangka Tidak Semudah Dipikirkan

Semangka merupakan salah satu buah yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di Indonesia. Buah segar yang masih satu rumpun dengan mentimun ini memiliki kandungan air yang lebih tinggi dari buah lainnya, yaitu 90% dari total nutrisi buah. Maka tak heran jika semangka kerap kali dijadikan makanan penutup di Indonesia, terlebih jika musim panas tiba. Dari sisi ekonomi sendiri, semangka memiliki harga pasaran yang terbilang cukup menguntungkan untuk para petani semangka.

Di sisi lain, untuk mendapatkan kualitas semangka yang bagus, para petani semangka harus sedikit telaten, terlebih lagi pada tahan pemeliharaan. Terdapat beberapa step yang harus diikuti dengan benar oleh para petani apabila ingin mendapatkan keuntungan maksimal dari kualitas semangka yang bagus. Namun untuk saat ini, para petani tidak perlu lagi risau untuk mendapatkan informasi akurat seputar pembudidayaan semangka dan komoditas lainnya karena telah ada KerabaTani yang siap membantu para petani Indonesia. KerabaTani menyediakan platform dimana para petani bisa bercengkerama dengan petani lainnya hingga para ahli di bidang pertanian untuk membahas segala hal tentang pertanian. KerabaTani juga selalu menghadirkan informasi – informasi aktual melalui research yang terpercaya. Salah satunya yaitu informasi step – step pemeliharaan semangka yang sudah dikemas oleh KerabaTani.

  1. Pemangkasan
  2. Pemangkasan titik tumbuh dilakukan 7-10 HST menggunakan pisau/gunting steril, kemudian semprot bekas pangkasan dengan fungisida. Jika percabangan mencapai tinggi 20 cm, maka disisakan 3 cabang yang sehat dan kekar untuk dipelihara sebagai cabang utama apabila akan memelihara lebih dari 1 buah per tanaman.
  3. Cara pemangkasan lainnya yaitu melakukan seleksi cabang pada umur 14-18 HST dengan memilih 3 cabang terbaik apabila akan memelihara hanya 1 buah per tanaman. Cabang sekunder yang tumbuh subur di bawah daun ke 14 di bawah buah harus dipangkas. Sedangkan cabang sekunder di atas buah dapat dibiarkan apabila buah telah besar. Cabang yang tumbuh terlalu panjang (> 3,5 m) dan melewati batas petak penanaman, harus dihambat dengan cara menekan ujungnya dengan jari.
  4. Pemberian serasah/jerami/alas buah

Seresah jerami selain untuk alas buah juga untuk menekan pertumbuhan gulma. Buah yg tidak diberi alas bentuknya menjadi tidak normal dan mudah terserang penyakit. Pada musim hujan, alas buah diganti dengan bilah bambu karena jerami basah mengundang perkembang biakan patogen penyakit tanaman.

  • Penyiangan gulma

Penyiangan dan pendangiran minimal 2 kali dan dilakukan bersamaan. Pekerjaan ini dilakukan dengan hati-hati jangan sampai mengenai perakaran karena mudah terinfeksi bibit penyakit

  • Irigasi

Tanaman semangka memerlukan banyak air terutama pada fase vegetatif tetapi tidak sampai tergenang. Pada fase generatif (muncul bunga) air perlu dikurangi. Pada fase pembesaran buah air ditambah lagi dan pada fase pemasakan buah, pemberian air dikurangi lagi.

  • Pembalikkan buah :

Pembalikkan buah cukup dilakukan dua kali seminggu. Warna kulit buah yang tidak pernah dibalik akan berwarna putih kekuningan karena tidak terkena sinar matahari.

  • Pemupukan :
  • Saat tanam : 80 g ZA + 40 g Urea + 60 g TSP (SP-36) + 70 g KCl + 2 g pupuk mikro Borate + 7,5 g insektisida karbofuran untuk setiap tanaman.
  • 25 HST : Pupuk daun Multimikro dengan dosis 2 cc/l dan campuran ZA + NPK (15:15:15) yang dicairkan 1:1 yaitu 5 g/lt air
  • 28 HST : (saat fase generatif dan pembuahan) NPK 10 g/l dicairkan dan disiramkan sebanyak 250 ml/lubang tanam.
  • 45 dan 55 HST : Penambahan KNO3 10-15 g/l (dicairkan) = 250ml/lubang tanam.

Leave a Reply