Kenali Cara Penanganan Hama Cendawan Pada Tanaman Porang
Cendawan pada porang Source : Photo by Jen Theodore

Kenali Cara Penanganan Hama Cendawan Pada Tanaman Porang

Hama merupakan organisme merugikan dan tidak diinginkan dalam aktivitas sehari-hari manusia. Terutama dalam aktivitas pertanian. Hal ini karena tanaman yang sudah terserang hama akan menghambat pertumbuhan bahkan menimbulkan potensi gagal panen. Terlebih pada tanaman yang bernilai ekspor tinggi seperti porang. Tanaman yang memiliki seribu manfaat ini kini memang banyak digiati oleh para petani. Pasalnya, porang disebut-sebut mampu menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Sebagaimana kisah Paidi, seorang pria berusia 37 tahun yang tinggal di Desa kepel, Kecamatan Pare, Kabupaten Madiun. Dilansir dari jateng.idntimes, Pria mantan pemulung ini terbukti telah berhasil menjadi miliader setelah budidaya tanaman porang.

Tentu untuk menjadi seorang petani yang sukses dari budidaya porang bukanlah hal yang mudah. Petani harus mengetahui strategi budidaya, mengenali berbagai jenis hama beserta penanganannya. Berhasil tidaknya seorang petani dalam budidaya tanaman tidak lepas dari kemampuannya dalam menjaga pertumbuhan tanaman dengan baik sehingga terbebas dari hama. Salah satu hama tanaman porang yang perlu diwaspadai adalah jenis cendawan (jamur parasit yang merugikan). Ada 4 jenis cendawan yang menyerang tanaman porang. Berikut penjelasan mengenai jenis cendawan tanaman porang beserta penanganannya :

  1. Busuk Kering Umbi (Rhizoctonia solani)

Cendawan yang terkena cendawan jenis busuk kering umbi memiliki ciri busuk pada jaringan umbi dan dapat terjadi saat budidaya maupun saat penyimpanan umbi di gudang.

  • Phytophtora colocasiae

Gejala tanaman porang yang terkena cendawan jenis ini bisa dilihat pada hawar Daun yang mengalami luka basah yang secara perlahan membesar membentuk lingkaran-lingkaran coklat pada daun.

  • Phytium helicoides

Cendawan jenis ini akan memunculkan beberapa gejala, mulai dari kematian jaringan (nekrosis) pada ujung akar yang dengan cepat menyebar ke seluruh akar, korteks akar mudah terkelupas, hingga rusaknya klorofil daun (klorofil) yang lambat laun menghambat pertumbuhan tanaman (tanaman menjadi kerdil).

  • Sclerotium rolfsii

Tanaman porang yang terserang cendawan jenis ini akan memunculkan gejala berupa luka coklat pada batang yg perlahan menyebar ke seluruh batang semu (kormus).

Untuk mengatasi hama berbagai jenis cendawan yang menyerang tanaman porang tersebut, ada bebera rekomendasi penanganan dan pencegahan yang bisa menjadi alternatif petani dalam budidaya tanaman porang. Berikut beberapa rekomendasi cara penanganan hama cendawan pada tanaman porang, antara lain :

  1. Secara Kimiawi

Alternatif penanganan cendawan secara kimiawi bisa dilakukan dengan menggunakan fungisida yang merupakan jenis pestisida yang secara spesifik membunuh atau menghambat cendawan penyebab penyakit. Fungisida dapat berbentuk cair (paling banyak digunakan), gas, butiran, dan serbuk. Ada dua jenis fungisida untuk penanganan cendawan pada tanaman porang, yaitu fungisida kontak dan sistemik. Perbedaannya, Fungisida kontak hanya bekerja di bagian yang tersemprot, contohnya seperti Mankozeb. Sedangkan Fungisida sistemik diserap oleh tumbuhan dan didistribusikan melalui sistem pembuluh tanaman, seperti Mefenoxan, Carbendazim, Metalaxyl.

  • Biopestisida

Biopestisida adalah pestisida yang bahan utamanya bersumber dari bahan hayati atau mahluk hidup seperti mikroorganisme, bakteri, cendawan, nematode, atau virus. Biopestisida berfungsi untuk mengendalikan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman. Adapun biopestisida yang bisa dijadikan alternatif untuk mengatasi hama cendawan pada tanaman porang yaitu Ekstrak Biji Mimba (50g/L), Ekstrak Daun Mimba (100 g/L), Ekstrak Daun srikaya, Ekstrak bawang putih. Keunggulan penggunaan biopestisida daripada pestisida kimia adalah tidak mengandung zat racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Selain itu, harganya lebih terjangkau, dan berpotensi menghasilkan produk pertanian yang sehat dan bebas dari racun. Namun, kekurangannya memerlukan waktu yang lama untuk dapat bekerja dengan baik.

  • Biokontrol

Biokontrol adalah salah satu alternatif metode pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan karena menggunakan parasite atau musuh alami. Organisme yang digunakan dalam biokontrol disebut agen hayati. Proses kerja dari biocontrol adalah melakukan penghambatan pertumbuhan, infeksi atau reproduksi satu organisme menggunakan organisme lain. Contoh biocontrol yang bisa digunakan untuk mengatasi hama cendawan pada tanaman porang adalah bakteri Streptomyces albidoflavus, S. diastaticus, Botrytis cinerea.

  • Mekanis

Langkah alternatif lain yang bisa dicoba adalah cara mekanis, yaitu dengan membuang daun yang terinfeksi (Phytophtora) dan mencabut dan memusnahkan tanaman yanng terinfeksi (rogouing).

Selain penanganan, petani juga perlu memahami cara pencegahan terhadap hama cendawan pada tanaman porang,  diantaranya adalah :

  1. Secara kimiawi

Cara pencegahan yang bisa dilakukan terhadap tanaman porang agar terhindar dari hama cendawan adalah dengan penyemprotan fungisida sistemik, seperti Previcur N.

  • Biokontrol

Cara pencegahan dengan biocontrol bisa menggunakan aplikasi Cendawan antagonis Trichoderma harzianum, dan Pseudomonas fleurescens pada saat pengolahan tanah dengan konsentrasi 1% (10ml/L air).

  • Kultur teknis

Alternatif lain yang bisa diterapkan untuk pencegahan hama cendawan pada tanaman porang yaitu dengan beberapa langkah kultur teknis berikut :

– Solarisasi yaitu menutup lahan dengan plastik polietilen selama 6 minggu sebelum tanam

– Hindari jarak penanaman yang terlalu rapat pada daerah dengan kelembaban dan curah hujan yang tinggi

– Hindari menyimpan umbi pada tempat yang lembab

Cendawan memang salah satu hama yang sering menyerang tanaman porang. Jenisnya pun berbagai macam. Tentu jika tidak segera diatasi maka akan mengganggu dan menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga berdampak pada kualitas produk pertanian dari tanaman porang yang bersangkutan. Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman porang. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply