<strong>Kenali Gejala Hama Nematoda Pada Tanaman Cabai Dan Lakukan Ini Untuk Penanganannya</strong>

Kenali Gejala Hama Nematoda Pada Tanaman Cabai Dan Lakukan Ini Untuk Penanganannya

 

Sumber: 8villages.com

Nematoda merupakan salah satu jenis hama penyerang tanaman cabai. Nematoda memiliki ciri berbentuk bulat panjang atau mirip benang dan termasuk dalam hewan tripoblastik dan pseudoselomata ( berongga tubuh semu ). Nematoda mampu hidup bebas dengan memakan sampah organic, kotoran hewan, tanaman busuk, ganggang hijau dan hewan kecil lainnya. Secara umum, nematoda dikenal sebagai parasite yang menimbulkan penyakit pada manusia dan tumbuhan. Namun, ternyata juga ada yang menjadi predator hama seperti ulat tanah.

Salah satu jenis nematoda penyerang tanaman cabai adalah Puru akar (Meloidogyne spp.). Tanaman cabai yang terserang nematode jenis ini akan menjadi kerdil, daun menguning, dan terdapat bintil-bintil (puru) akar pada tanaman. Untuk mengatasinya, petani bisa menggunakan cara mekanis dengan mencabut tanaman yang terinfeksi. Jika petani masih merasa ragu terhadap serangan hama puru akar ini, petani bisa menghindari penanaman tanaman cabai dan sejenisnya (kentang,tomat,terong) hingga waktu tertentu untuk memutus siklus hidup hama. Cara ini digunakan dengan tujuan untuk menetralisir berbagai hama yang kemungkinan masih bertahan hidup dalam tanah dan berpotensi menimbulkan kerusakan berkelanjutan pada tanaman baru.

Namun, petani juga bisa mencoba beberapa rekomendasi yang bisa diterapkan dalam rangka mencegah serangan hama nematoda jenis puru akar pada tanaman cabai. Pertama, perubahan rotasi tanaman sangan ampuh untuk mengurangi populasi nematoda. Kedua, melakukan pembajakan lahan pada masa bera (fallow). Ketiga, melakukan penyiangan gulma secara teratur. Dan terakhir menggunakan cara kimiawi, seperti Carbofuran (Furadan 3GR), Kadusafos (Ruby 10 GR), Karbosulfan (Marshal 5GR).

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman cabai. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply