Kenali Pengendalian Tanaman Ubi Jalar yang Terserang Tungau Puru
Ubi Photo by goodminds.id

Kenali Pengendalian Tanaman Ubi Jalar yang Terserang Tungau Puru

Ubi jalar merupakan bahan pangan fungsional yang mengandung karbohidrat dan berbagai kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. Karena kandungannya tersebut, ubi jalar dijadikan sebagai substitusi beras di beberapa daerah. Bahkan, di negara maju, ubi jalar tidak hanya menjadi bahan pangan, namun juga sebagai bahan baku di berbagai industri, seperti farmasi, tekstil, kosmetik dan perekat. Jika melihat pada fenomena tersebut, Indonesia sebenarnya memiliki potensi menjadikan ubi jalar sebagai komoditas ekspor utama, mengingat ubi jalar merupakan tanaman yang dibudidayakan secara turun temurun oleh masyarakat.

Tingginya fungsional dari ubi jalar tersebut menjadi tuntutan bagi petani untuk senantiasa memproduksi ubi jalar yang berkualitas. Tantangan terbesar yang dihadapi petani adalah hama dan penyakit yang kerap menyerang tanaman ubi jalar. Salah satunya adalah hama tungau puru.

Tungau puru (gall mite) merupakan hama ubi jalar yang biasanya menyerang pada musim kemarau. Hama ini sudah menyebar sangat cepat di seluruh sentra produksi ubi jalar di Indonesia. Tungau puru akar memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil dengan panjang sektar 148-160 µm dan tebal 46 µm. Bentuknya silindris dan meruncing di bagian ujian abdomen. Pada akhir abdomen terdapat bagian perut ‘pengisap’ yang digunakan sebagai substrat untuk menempelkan badan tungau selama makan, ganti kulit, dan beraktivitas lainnya.

Sumber : balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Untuk mengenali gejala serangan tungau puru ini bisa dilihat dari adanya puru yang saling tumpang tindih sehingga membentuk segerombol puru dengan tiga sampai empat puncak dan terjadi pada daun, tangkai daun serta batang. Pada bagian daun, serangan menyebabkan daun melengkung ke atas. Selain itu, daun juga tampak berlubang di bagian tempat puru terbentuk. Jika populasinya semakin meningkat, maka daun akan semakin mengering dan akhirnya rontok. Walaupun terlihat remeh, serangan tungau puru secara tidak langsung merugikan petani karena menurunkan produktivitas dan mengakibatkan petani kesulitan untuk mendapatkan stek sehat sebagai bahan perbanyakan tanaman selanjutnya.

Untuk mengatasinya, petani bisa langsung memotong bagian tanaman yang terserang puru kemudian membakarnya. Kemudian, sebagai langkah pencegahan, petani bisa menanam stek yang terbebas dari puru melalui seleksi stek dari pertanaman yang ketat. Selain itu, petani juga bisa melakukan sanitasi lahan dengan cara membersihkan lahan dari gulma yang juga merupakan inang dari tungau puru.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman ubi jalar. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply