<strong>Kenali Tanda-tanda Serangan Cendawan Pada Tanaman Nanas Beserta Pengendaliannya</strong>

Kenali Tanda-tanda Serangan Cendawan Pada Tanaman Nanas Beserta Pengendaliannya

Sumber : kampustani.com

Nanas merupakan salah satu buah komoditas ekspor Indonesia yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Baik permintaan dari dalam negeri maupun luar negeri. Tingginya permintaan tersebut menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan pendapatannya dari usaha budidaya tanaman nanas. Namun, di sisi lain, petani juga perlu meningkatkan produktivitas tanaman nanas agar bisa memenuhi permintaan pasar tersebut.

Adapun tantangan yang sering dihadapi petani dalam hal produksi buah nanas adalah adanya hama yang mengganggu pertumbuhan dan berpotensi menurunkan produktivitas tanaman. Cendawan adalah salah satu hama yang kerap menyerang tanaman nanas. Berikut ini beberapa jenis cendawan beserta gejala serangan dan pengendaliannya :

Busuk pangkal (Thielaviopsis paradoxa)

Sumber : agrokomplekskita.com

Penyakit busuk pangkal disebabkan oleh cendawan Thielaviopsis paradoxa. Penyakit ini pangkal menginfeksi tanaman nanas dimulai dari bekas potongan pada tangkai sehingga menjadi busuk dan mengeluarkan bau yang kas. Pembusukan ini juga terjadi pada bagian benih, daun dan buah. Adapun pembusukan pada pangkal bibit nanas bersifat lunak dan berwarna coklat. Kemudian, pada bagian timbul akan timbul bercak-bercak putih kekuningan atau garis-garis lebar dan pendek. Selanjutnya, buah yang terinfeksi penyakit ini akan menjadi busuk dan berubah warna dari kuning menjadi hitam. Untuk mengatasinya, petani bisa memberikan serbuk kalsium hipoklorida pada tanaman nanas yang terserang. Selanjutnya, untuk meningkatkan keamanan tanaman dari serangan lanjutan dari penyakit busuk pangkal, petani perlu menerapkan beberapa rekomendasi pencegahan di bawah ini :

  • Melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanam dan menanam bibit pada cuaca kering.
  • Menghindari adanya luka-luka mekanis
  • Melakukan perendaman bibit dengan larutan fungisida untuk mencegah infeksi pada tangkai buah dapat menggunakan asam benzoat 10% dalam etanol yang dilakukan paling lambat 5 jam setelah pemotongan buah.
  • Menghindari penanaman nanas dekat dengan tumbuhan inang lain yaitu mangga, pisang, tebu, kakao dan jagung.

Busuk akar (Phytophthora spp.)

Sumber : agrokomplekskita.com

Penyakit busuk akar disebabkan oleh cendawan Phytophthora spp. Sesuai dengan namanya, penyakit busuk akar akan dominan menyerang pada bagian perakaran. Akibatnya, akar tanaman akan mengalami pembusukan. Selain akar, cendawan Phytophthora spp juga menyerang bagian daun. Daun mengalami perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya nekrotis. Selanjutnyam pada daun-daun muda, akan menjadi sangat mudah dicabut, bagian pangkalnya membusuk berwarna coklat dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan serangan penyakit busuk akar ini adalah dengan memotong atau mencabut tanaman tersebut. Namun, pengendalian tidak cukup berhenti di sini. Petani harus melakukan tindakan pencegahan guna mengantisipasi adanya serangan tingkat lanjut dan lebih serius. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan untuk petani “

  • Dilakukan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum ditanam
  • Dilakukan perbaikan drainase tanah
  • Mengurangi kelembaban di sekitar kebun

Fusariosis (Fusarium moniliforme var. subglutinans)

Sumber : Wikipedia.org

Penyakit fusariosis disebabkan oleh cendawan Fusarium moniliforme var. Subglutinans. Tanaman yang terserang penyakit ini akan menjadi kerdil. Selain itu, bagian daun akan membentuk klorotik dan dalam kasus tertentu bagian ujung batang bengkok atau mati. Untuk mengatasi serangan penyakit fusariosis, ada dua alternative yang bisa diterapkan petani, yaitu

Menggunakan fungisida Captan pada saat pembungaan dan perkembangan buah dan pengendalian dengan menggunakan agensia hayati berupa Trichoderma sp. Selain mengatasi dengan cara kimiawi atau biocontrol, petani juga perlu melakukan tindakan pencegahan dengan cara menggunakan bibit nanas yang bebas penyakit dan melakukan rotasi tanaman secara berkala.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman nanas. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply