Ketentuan Pemanenan Yang Benar Pada Tanaman Kangkung Darat
Kangkung Photo by yandex.com

Ketentuan Pemanenan Yang Benar Pada Tanaman Kangkung Darat

Kangkung darat  (Ipomoea Reptans) merupakan sayuran bergizi tinggi dengan ciri khas berwarna hijau terang, memiliki ujung daun yang runcing, dan memiliki bunga yang berwarna putih. Di Indonesia, kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar dibandingkan dengan kangkung air, karena kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat.

Budidaya kangkung darat tergolong sangat mudah dilakukan, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan terhadap hama perusak tanaman. Alasan inilah yang menyebabkan harga kangkung dipasaran relatif lebih murah dibandingkan dengan jenis sayuran lain. Akan tetapi, pembudidayaannya tidak pernah sepi peminat karena kangkung darat masih menjadi primadona di masyarakat. Budidaya kangkung darat dapat dilakukan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, budidaya kangkung darat harus mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang cukup. 

Terlepas dari pembudidayannya yang cenderung mudah, petani tetap harus memperhatikan teknik pemanenan tanaman kangkung darat agar tidak merusak tanaman yang mengakibatkan menurunnya harga jual tanaman kangkung darat. Saat ini telah hadir KerabaTani yang merupakan platform digital smart farming. KerabaTani menyediakan berbagai macam informasi dari para ahli di bidang pertanian untuk membantu para petani di Indonesia dalam menambah wawasan mereka. Selain itu, KerabaTani juga menyediakan platform yang mempertemukan berbagai petani di Indonesia agar mereka bisa saling bertukar pikiran dalam wawasan seputar pertanian. 

Berikut ketentuan panen dan pasca panen pada tumbuhan kangkung darat.

  1. Teknik Pemanenan

Proses panen dapat dilakukan dengan 2 cara saat tanaman kangkung berumur 30-40 HST, yaitu dengan mancabutnya sampai akar (dilakukan hanya dalam 1 kali panen) atau dipotong bagian bawahnya ( ±10-20 cm dari permukaan tanah) sehingga memungkinkan tanaman untuk tumbuh kembali (proses panen dapat dilakukan beberapa kali tanpa perlu mengulang penanaman dari awal). Sebaiknya panen dilakukan saat cuaca teduh yaitu pagi atau sore sekali untuk menghindari tanaman cepat layu.

  • Penyimpanan Hasil Panen

Hasil panen disimpan di tempat yang teduh dan sejuk atau segera melakukan pengiriman produk untuk menjaga kesegarannya.

Leave a Reply