Kumpulan Step Merawat Nanas yang Bisa Diterapkan
Pineapple Photo by Arut Thongsombut

Kumpulan Step Merawat Nanas yang Bisa Diterapkan

Menjadi buah dengan cita rasa sedikit masam dan menyegarkan, tak heran jika nanas sering tersaji menjadi pendamping makanan lain seperti sop buah, salad buah, hingga makanan berat lainnya. Sebagai tanaman buah tropis, tanaman yang berasal dari family Bromeliaceae ini, sangat mudah ditemukan dan banyak di kembangkan di Indonesia. Buah nanas memiliki ciri khas memiliki sisik pada kulit buahnya. Tanaman ini bisa mengembangkan tanaman muda atau bagian mahkota buah yang menjadi sarana perbanyakan tanaman secara vegetatif. Pohon nanas memiliki perawakan tumbuhan yang rendah. Masa berbuahnya pohon nanas termasuk herba atau menahun. Satu pohon nanas bisa memiliki 30 atau lebih daun yang panjang dan berujung tajam.

Saat ini, KerabaTani sebagai salah satu platform pertanian di Indonesia menyediakan berbagai produk pertanian dengan internet of things yang akan memudahkan pekerjaan para petani, termasuk petani nanas. Petani bisa mengunjungi laman website KerabaTani untuk mencari tau informasi lebih lanjut mengenai produk-produk berkualitas dari KerabaTani. Selain itu, KerabaTani juga selalu menyediakan informasi – informasi menarik seputar pertanian, seperti cara – cara merawat tanaman nanas yang akan dipaparkan sebagai berikut.

  1. Pengairan

Pengairan atau penyiraman pada tanaman nanas dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. Tidak hanya tanaman nanas yang baru ditanam, melainkan tanaman dewasa juga masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Hal ini dikarenakan tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas menjadi kerdil dan memiliki buah yang kecil. Waktu pengairan yang paling baik dilakukan adalah sore hari dan pagi hari.

  • Penyiangan

Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun dari rumput liar dan gulma. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput di kebun, akan tetapi untuk menghemat biaya petani dapat melakukan penyiangan bersamaan dengan pemupukan.

  • Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan pada tepi bedengan yang sering longsor ketika diairi. Pembumbunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali, sehingga tanaman nanas berdiri kuat.

  • Penjarangan Anakan

Penjarangan anakan dilakukan dengan maksimal 2 anakan/rumpun.

  • Perangsangan Pembungaan

Tujuan dari perangsangan pembungaan / pembuahan pada waktu yang dikehendaki dan meningkatkan ukuran dan bobot buah. Forcing dilakukan pada waktu tanaman berumur 10 bulan atau memiliki daun minimal 40 helai yang dilakukan pada pagi atau sore hari. Forcing menggunakan Ca Carbida (CaC2) dengan memasukkan 1 g Ca-Carbida pada pucuk tanaman yang telah berumur 10 bulan, kemudian pucuk tanaman tersebut disiram dengan air sebanyak 250 ml. Tanaman akan berbunga 1,5-2 bulan setelah perlakuan. Forcing juga dapat dilakukan dengan menggunakan Ethrel. Cara pembuatannya adalah dengan melarutkan 20 g Urea ke dalam 1 liter air, kemudian mencampur dengan 0.6-0.8 ml Ethrel. Setiap titik tumbuh tanaman disiram 25 ml larutan tersebut. Perlu diingat bahwa forcing tidak dapat dilakukan pada saat hujan.

  • Pemupukan Lanjutan
  • 3 BST : Dosis pupuk yang diberikan yakni Urea (300 kg/ha), TSP (100 kg/Ha) dan KCl (150 kg/Ha).
  • 10-14 BST : Dosis pupuk yang diberikan yakni Urea (150 kg/Ha), TSP (50 kg/Ha), KCl (100-200 kg/Ha).

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara dilarik sedalam 5-10 cm di sekeliling tanaman, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Leave a Reply