Lakukan Ini Jika Tanaman Kentang Anda Terkena Hama Cendawan!
Kentang Photo by pixabay.com

Lakukan Ini Jika Tanaman Kentang Anda Terkena Hama Cendawan!

Hama dan penyakit menjadi ancaman tersendiri bagi petani terutama dalam budidaya tanaman kentang. Salah satunya adalah hama jenis cendawan. Secara umum, bentuk penyerangan cendawan terhadap tanaman kentang memunculkan beberapa penyakit, seperti layu, busuk daun hingga bercak kuning. Beberapa penyakit ini disebabkan oleh jenis cendawan yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang juga berbeda.

Ada dua jenis cendawan yang menyerang tanaman kentang, yaitu Hawar Daun (Phytophthora infestans) dan Layu fusarium (Fusarium oxysporum). Cendawan jenis Phytophthora ini merupakan jenis pathogen penyebab penyakit busuk daun yang ditularkan melalui air dan udara. Serangan penyakit dapat berkembang cepat pada musim hujan dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Gejala yang ditimbulkan bisa dari luka basah yang perlahan membesar membentuk lingkaran-lingkaran coklat pada daun. Adapun luka ini muncul bermula pada daun bagian bawah dan perlahan menyebar ke seluruh tanaman. Selanjutnya, cendawan jenis Layu fusarium (Fusarium oxysporum) menyebabkan penyakit layu fusarium. Penyakit layu ini bermula pada daun bagian bawah tanaman, diikuti dengan layu menyeluruh hingga menguning.

Jika sudah tampak beberapa gejala tersebut, maka petani bisa mengatasinya dengan cara kimiawi melalui penggunaan fungisida kontak, seperti Tembaga Hidroksida (Cadilac 80 WP)/Mankozeb (Enkazeb 80 WP)/Maneb (Funginep 80 WP). Alternatif lainnya yaitu menggunakan cara mekanis dengan mencabut dan musnahkan daun yang terinfeksi (Phytophtora).

Selanjutnya, agar hama jenis cendawan tidak kembali menyerang, ada beberapa langkah rekomendasi pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain :

  • Semprotkan larutan tembaga atau belerang secara rutin untuk mencegah perkecambahan spora
  • Penggunaan Aplikasi Propamocarb hydrochloride (Previcur N) 
  • Biokontrol  menggunakan aplikasi cendawan antagonis Trichoderma harzianum dan Gliocladium roseum  dengan dosis 100 g/ 10 L air pada saat penanaman

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman kentang. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply