Langkah-langkah Penanaman Kedelai Yang Perlu Diketahui

Langkah-langkah Penanaman Kedelai Yang Perlu Diketahui

Kedelai merupakan salah satu sumber protein yang memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Di Indonesia, olahan kedelai yang paling populer adalah tempe dan tahu. Kedelai sendiri mengandung antioksidan dan fitonutrien yang terkait dengan berbagai manfaat kesehatan. Selain komponen utamanya adalah protein, kedelai juga mengandung karbohidrat dan lemak dalam jumlah baik.

Kedelai memiliki prospek bisinis yang bagus mengingat nilai ekonomisnya yang tinggi dan kebutuhan dari masyarakat Indonesia yang terus meningkat.

Tanaman kedelai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik. Pada tanah yang miskin unsur hara (tandus) kedelai masih dapat tumbuh dengan syarat diberi pupuk organik, pupuk kandang dan pengapuran. Tanaman kedelai memerlukan pengairan yang cukup selama masa pertumbuhan. Curah hujan ideal antara 100 – 200 mm/bulan dengan temperatur antara 25 – 27 derajat celcius. Budidaya kedelai paling baik dilakukan pada ketinggian 0 – 900 mdpl dengan sinar matahari penuh, minimal 10 jam/hari.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, sebelum memulai penanaman tanaman kedelai, sebaiknya petani memperhatikan hal-hal berikut.

  1. Persiapan Bahan Tanam

Bahan tanam kedelai melalui perbanyakan generatif menggunakan benih. Sebaiknya benih yang ditanam adalah benih unggul agar hasil panen kedelai juga bisa menghasilkan profit yang maksimal. Petani dapat menemukan berbagai macam jenis benih kedelai berkualitas dari KerabaTani. KerabaTani memastikan produk-produk yang dipasarkan telah memenuhi standar yang tinggi, sehingga mampu membantu para petani di seluruh Indonesia untuk menghasilkan profit sebesar-besarnya dari hasil panen yang tidak hanya kedelai, melainkan berbagai komoditas pertanian yang ada.

Varietas benih yang berukuran kecil diantaranya : Gepak Kuning dan Gepak Hijau. Sedangakan varietas yang berukuran besar diantaranya yaitu : Agromulyo, Grobogan, Panderman, Anjasmoro, Burangrang, Anjasari, dan Mahameru. Berdasarkan potensi hasil dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan, dianjurkan menanam VUB (Varietas Unggul Baru) : Kaba, Argomolyo, Anjasmoro, Burangrang, Grobogan, Kaba, dan Sinabung. Kebutuhan benih 40 kg/ha dengan persentase daya tumbuh 90%.

  • Teknik Penanaman
    • Penanaman dilakukan mamakai cara tugal dengan kedalaman tanam 1,5-2 cm.
    • Setiap lubang tanam diisi 3-4 benih dan diupayakan agar 2 benih yang bisa tumbuh.
    • Jarak tanam yang biasa digunakan yaitu 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm Populasi tanaman kisarannya mencapai 350.000-500.000 tanaman/ha.
    • Semakin luas lahan, jarak tanam yang digunakan sebaiknya semakin lebar

Leave a Reply