Mengenal Cara Baru Budchip dan Budset Dalam Penanaman Tanaman Tebu

Mengenal Cara Baru Budchip dan Budset Dalam Penanaman Tanaman Tebu

Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu tanaman yang menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia sampai saat ini. Hal ini dikarenakan mulai dari pangkal sampai ujung batang, kandungan gula pada tebu berada dikisaran 20%, sehingga menjadi bahan baku utama pembuatan gula pasir. Oleh karena itu, pembudidayaan tebu menjadi peluang yang menjanjikan bagi para petani tebu.

Penanaman tebu sendiri perlu memperhatikan beberapa hal seperti suhu optimal dan kecepatan. Suhu optimal yang cocok digunakan untuk menanam tebu adalah sekitar 24-300C. Sedangkan kecepatan angin tidak lebih dari 10 km/jam agar menghindari tanaman tinggi yang roboh. Selain dua hal tersebut, KerabaTani yang merupakan platform digital smart farming merangkum langkah-langkah dalam penanaman tebu. KerabaTani menyediakan berbagai macam informasi dari para ahli di bidang pertanian untuk membantu para petani di Indonesia dalam menambah wawasan mereka. Selain itu, KerabaTani juga menyediakan platform yang mempertemukan berbagai petani di Indonesia agar mereka bisa saling bertukar pikiran dalam wawasan seputar pertanian.

Langkah-langkah penanaman tebu yang perlu diketahui :

  1. Persiapan Bahan Tanam

Tebu biasa dibudidayakan (diperbanyak) secara vegetatif melalui bibit tebu. Kebun bibit tebu berturut-turut yaitu kebun bibit pokok (KBP), kebun bibit nenek (KBN), kebun bibit induk (KBI), dan kebun bibit datar (KBD). Bibit tebu diambil dari batang tebu dengan 2-3 mata tunas yang belum tumbuh (bibit ini biasa disebut dengan bibit stek batang/bagal). Cara lain yang kadang digunakan adalah dengan memakai pucuk batang tebu dengan 2/lebih mata (bibit ini biasa disebut dengan bibit stek pucuk/top stek). Saat ini ada cara baru dalam membuat bibit tebu yaitu menggunakan teknologi budchip dan budset yaitu penggunaan bahan bibit satu mata. Sumber benih yang digunakan untuk cara ini dapat diperoleh dari perbanyakan konvensional maupun kultur jaringan dengan istilah generasi (G). Kebutuhan bibit tebu/ha antara 60-80 kwintal atau sekitar 10 mata tumbuh per meter kairan. Dalam penentuan bibit, standar kualitas bibit dari varietas unggul yang bisa digunakan sebagai acuan yaitu :

  • Daya kecambah >90%
  • Segar, tidak berkerut dan tidak kering
  • Panjang ruas 15-20 cm dan tidak ada gejala hambatan pertumbuhan
  • Diameter batang ±2 cm dan tidak mengkerut atau mengering
  • Mata tunas masih dorman, segar dan tidak rusak
  • Primordia akar belum tumbuh
  • Bebas dari penyakit pembuluh
  • Teknik Penanaman
    • Sebelum ditanam, bibit diberi perlakuan sebagai berikut :
  • Seleksi bibit untuk memisahkan bibit dari jenis yang tidak dikehendaki
  • Sortasi bibit untuk memilih bibit yang sehat dan akan tumbuh serta memisahkan bibit bagal yang berasal dari bagian atas, tengah dan bawah
  • Pemotongan bibit menggunakan pisau tajam dan setiap 3-4 kali pemotongan, pisau dicelupkan kedalam lisol kepekatan 20%
  • Memberi perlakuan air panas dengan merendam bibit dalam air panas (50 °C) selama 7 jam kemudian merendam dalam air dingin 15 menit (hal ini bertujuan untuk menjaga bibit bebas dari hama dan penyakit)
    • Bibit yang telah siap tanam, ditanam merata pada kairan.
    • Penanaman bibit dilakukan dengan menyusun bibit secara over lapping atau double row atau end to end (nguntu walang) dengan posisi mata disamping.
    • Bibit yang telah ditanam kemudian ditutup tanah setebal bibit itu sendiri.

Leave a Reply