Mudahnya Memelihara Jagung, si Karbohidrat Kaya Manfaat
Jagung

Mudahnya Memelihara Jagung, si Karbohidrat Kaya Manfaat

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Selain penduduk di Benua Amerika, penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Jagung tidak hanya menjadi sumber makanan untuk menyediakan kalori yang diperlukan bagi metabolisme tubuh, tetapi merupakan sumber yang kaya vitamin A, B, E dan banyak mineral. Kandungan serat yang tinggi berperan dalam pencegahan penyakit yang menyerang pencernaan seperti sembelit dan wasir serta kanker kolorektal. Antioksidan pada jagung juga bertindak sebagai agen anti-kanker dan mencegah Alzheimer. Disamping beragam manfaat tersebut, jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai berbagai olahan seperti tepung, minyak, hingga bahan baku industri. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari.

Prospek keuntungan dari pemeliharaan jagung di Indonesia sendiri terbilang cukup menggiurkan. Dalam 1 hektar lahan jagung, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai 27 juta, bahkan bisa lebih tergantung dengan kualitas jagung yang mampu ditawarkan oleh para petani jagung. Akan tetapi, sebelum membicarakan mengenai keuntungan pembididayaan tanaman jagung, marilah kita menyimak informasi perawatan jagung untuk menghasilkan jagung dengan kualitas tinggi, yang telah dirangkum oleh KerabaTani.

KerabaTani sebagai perusahaan yang dibangun untuk mempermudah para petani di Indonesia tidak hanya menyediadakn solusi pertanian berbasis teknologi internet of things saja, akan tetapi juga menyediakan berbagai informasi menarik seputar pertanian yang tentunya berasal dari sumber – sumber yang terpercaya. Selain itu, para petani juga bisa berkonsultasi seputar masalah pertanian dengan petani lain di seluruh Indonesia, hingga para tenaga ahli di bidang pertanian.

Pembuatan Saluran Drainase

Pembuatan saluran drainase dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama atau ketika tanaman berumur 14-20 HST. Saluran drainase dapat dibuat menggunakan alat PAI-1R-Balitsereal dengan ditarik traktor tangan pada setiap baris tanaman atau menggunakan alat PAI-2R-Balitsereal dengan ditarik traktor tangan pada setiap dua baris tanaman.

Pengairan

Pengairan yang paling ideal dilakukan setiap 10 hari sekali. Apabila ketersediaan air tidak banyak, minimal dilakukan secara tepat waktu sampai tanaman berumur 40 HST karena, masa tersebut adalah masa pertumbuhan vegetatif tanaman.

Penyiangan Gulma

Penyiangan pertama dapat dilakukan dengan bajak atau sekaligus dengan pembuatan alur drainase pada saat tanaman berumur 14-20 HST. Penyiangan kedua dilakukan tergantung pada kondisi gulma, dapat dilakukan secara manual atau menggunakan herbisida dengan takaran 1-1.5 liter/ha. Nozzle penyemprotan sebaiknya diberi pelindung agar tidak mengenai daun dan posisi nozzle sekitar 20 cm diatas permukaan tanah.

Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan pembuatan saluran atau setelah pemupukan kedua (35 HST) bersamaan dengan penyiangan kedua secara mekanis. Pembumbunan dapat dilakukan menggunakan mesin pembuat alur.

Pemupukan

7-10 HST: Urea 87.5 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 150 kg

28-30 HST: Urea 175 kg/ha, 50 kg/ha

40-45 HST: Urea 87.5 kg/ha

Leave a Reply