Pahami Cara Berikut Agar Hasil Panen Padi Bisa Maksimal

Pahami Cara Berikut Agar Hasil Panen Padi Bisa Maksimal

Pamanenan pada tanaman padi dilakukan dengan memetik hasil tanaman padi disawah atau di ladang sesuai dengan kriteria tingkat kemasakan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal dan mencegah kerusakan pada bulir padi. Cara panen yang tidak baik dan pada umur panen yang tidak tepat akan menurunkan keuntungan hasil panen padi. Panen harus dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak. Untuk itu, KerabaTani menyiapkan informasi pemanenan tanaman padi yang baik dan benar agar mampu memaksimalkan keuntungan hasil panen padi.

Penentuan Umur Panen

Panen dilakukan pada saat tanaman matang secara fisiologis.Hal ini dapat diamati secara visual pada hamparan sawah yakni 90-95% bulit telah menguning atau kadar air gabah berkisar antara 22-27%.Padi yang dipanen pada kondisi tersebut menghasilkan gabah berkualitas baik dan rendemen giling yang tinggi.

Panen

Panen dilakukan dengan menggunakan alat dan mesin panen seperti stripper, reaper, dan combine harvester.

Pengangkutan

Gabah perlu dikemas untuk menghindari tercecernya gabah selama pengangkutan.Pengangkutan gabah umumnya menggunakan truk, bak terbuka, gerobak dorong, sepeda motor atau sepeda.

Pengeringan

Pengeringan atau penjemuran dapat dilakukan di bawah sinar matahri langsung atau dengan mesin pengering.Penjemuran sebaiknya beralas terpal dengan tebal lapisan gabah sekitar 5-7 cm.Penjemuran dihentikan setelah kadar air gabah mencapai 14%.Selain menggunakan bantuan cahaya matahari, pengeringan padi juga bisa dilakukan memggunakan dryer. Suhu pengeringan jika menggunakan dryer yaitu tidak melebihi 40-45C, sedangkan,

untuk gabah konsumsi tidak melebihi 50-55C.

Pengemasan

Gabah yang telah kering selanjutnya dikemas dalam karung atau kantung plastik yang berfungsi sebagai wadah untuk melindungi gabah dari kontaminasi dan mempermudah pengangkutan.

Penyimpanan

Gabah sebaiknya disimpan di ruang penyimpanan yang bebas dari hama dan penyakit.Pada ruang penyimpanan harus ada fumigasi dan pemasangan kawat yang berguna untuk menghindari kerusakan gabah.Selain itu ruang penyimpanan perlu memiliki ventilasi. Hal ini dimaksudkan agar ruang penyimpanan tidak lembab, sehingga tidak memungkinkan adanya jamur yang berkembangbiak.Selanjutnya setelah ruang penyimpanan memenuhi ketentuan, gabah atau benih yang telah dikemas dalam kantung disusun dan ditempatkan diatas palet kayu.

Temukan informasi dan tips and trick seputar pertanian di blog KerabaTani, maupun di sosial media KerabaTani. KerabaTani sebagai smart farming solution untuk para petani di seluruh Indonesia.

Leave a Reply