Perhatikan! Jangan Sembarangan Lagi Dalam Memanen Kedelai
Kedelai

Perhatikan! Jangan Sembarangan Lagi Dalam Memanen Kedelai

Di Indonesia, kedelai memiliki berbagai sebutan berbeda dari setiap daerahnya.Tanaman kedelai merupakan jenis tanaman berkeping dua tau yang sering disebut dikotil. Permintaan kedelai di Indonesia tergolong cukup tinggi baik kedelai mentah maupun olahan kedelai karena memiliki hasil panen yang berkualitas tinggi. Akan tetapi, untuk menghasilkan kualitas kedelai yang baik tentunya petani kedelai harus memperhatikan lokasi dan persiapan tanah yang baik pula. Lihat di artikel kerabatani.com !

Selain itu teknik pemanenan dan perawatan pascapanen pada tanaman keelai juga tidak boleh sembarangan. Hal ini dimaksudkan agar kedelai tetap terjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen. Berikut teknik pemanenan dan pascapanen pada tanaman kedelai yang perlu diperhatikan.

Teknik Pemanenan

  1. Umur

Umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari, tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Perlu diperhatikan, kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari, sedangkan kedelai untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari, agar kemasakkan biji betul-betul sempurna dan merata.

  • Ciri kondisi siap panen :
    • Sebagian besar daun sudah menguning tapi bukan karena hama dan penyakit.
    • Buah berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. 
    • Polong sudah kelihatan tua.
    • Batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.
    • Bagian buah yang terletak di atas landasan telah berubah warna dari putih menjadi kuning tua.
  • Pemungutan hasil kedelai

Pemungutan hasil kedelai dilakukan saat tidak hujan agar hasilnya dapat segera dijemur. Pemungutan terbagi menjadi pemungutan dengan cara mencabut dan pemungutan dengan cara memotong.

  • Pemungutan dengan cara mencabut :

Sebelum tanaman dicabut, keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. Pada tanah ringan dan berpasir, proses pencabutan akan lebih mudah. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko, tangan dalam posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan.

  • Pemungutan dengan cara memotong :

Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam, sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. Di samping itu, dengan alat pemotong yang tajam, pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan.

Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah, karena akar dengan bintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. Pada tanah yang keras, pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan, maka dengan memotong akan lebih cepat.

Pasca panen

  1. Pengumpulan dan Pengeringan

Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar, anyaman bambu, atau di lantai semen selama 3 hari. Sesudah kering sempurna dan merata, polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. Agar kedelai kering sempurna, pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali

  • Penyortiran dan Penggolongan

Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung, atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. Setelah biji terpisah, brangkasan disingkirkan. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. Biji yang luka dan keriput dipisahkan. Biji yang bersih selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.

  • Penyimpanan dan Pengemasan

Kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Karung-karung kedelai ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama, maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %.

Leave a Reply