Perlu Memperhatikan Benih, Begini Cara Penanaman Padi yang Benar

Perlu Memperhatikan Benih, Begini Cara Penanaman Padi yang Benar

Padi (Oryza sativa) adalah tanaman monokotil tahunan, tergolong keluarga Poaceae (Gramineae). Siklus biologis padi tahunan (mulai dari hari pembibitan hingga panen) berkisar dari 95 hari (varietas sangat awal) hingga hampir 250 hari (varietas sangat terlambat). Varietas sedang yang menuju kematangan dapat dipanen 120-150 hari setelah tanam. Jenis variestas tanaman padi sangat mempengaruhi waktu panennya. Semakin unggul jenis varietas, maka waktu pemanenannya pun akan semakin cepat. Untuk itu, KerabaTani hadir sebagai platform yang membantu para petani untuk menyediakan bibit padi kualitas unggul yang mampu memaksimalkan hasil panen para petani di seluruh Indonesia.

Setelah petani menentukan benih atau bibit yang akan ditanam, selanjutnya petani harus memperhatikan langkah – langkah penanaman sebagai berikut.

Seleksi Benih

  • Benih terlebih dahulu direndam dan diseleksi dengan cara diaduk dalam air. Benih yang terapung kemudian dibuang, benih yang tenggelam dijadikan sebagai benih untuk semai.
  • Benih direndam selama 2 x 24 jam dan apabila telah keluar radikula maka, disemai pada lahan yang disediakan.

Persemaian

  • Persemaian dapat dilakukan dengan jarak yang lebih lebar untuk memperkokoh bibit (vigor).
  • Persemaian dapat dilakukan dengan dua cara yakni persemaian basah dengan dilakukan langsung di sawah dan persemaian kering dalam wadah baik wadah plastik maupun daun pisang.
  • Penggunaan benih hanya 7 kg/ha.
  • benih ditaburkan sebanyak 1 genggam benih per m2
  • Penaburan benih harus lebih jarang agar benih dapat tumbuh kuat dan mudah dalam mencabutnya.
  • Persemaian dilakukan hanya selama 7 hari sampai 15 hari.

Penanaman

  • Benih yang telah tumbuh 7-15 hari setelah semai kemudian dipindahkan ke lahan dengan mencabutnya secara hati-hati.
  • Penanaman dilakukan satu bibit per lubang tanam.
  • Pada saat melakukan penanaman, gabah padi jangan sampai lepas dari bibit.
  • Penanaman dengan metode konvensional: >5 batang per lubang tanam
  • Penanaman dengan metode SRI: 1 batang saja.

Sistem Tanam

  • Penanaman disarankan menggunakan sistem jajar legowo 2:1 atau 4:1 (40x(20×10) cm atau (50x25x12.5) cm, karena populasi lebih banyak dan produksinya lebih tinggi dibanding dengan sistem jejer tegel.
  • Pengaturan jarak tanam dilakukan dengan caplak dan lebar antar titik 20-25 cm.
  • Setelah dilakukan caplak silang dan membentuk tegel (20 x 20 cm atau 25 x 25 cm).
  • Tegel 20 x 20 cm memiliki populasi tanaman 250.000 tanaman tiap hektar.
  • Legowo 2:1 (10 x 20 cm) 333.333 tanaman tiap hektar

Leave a Reply