Sebagai Komoditas Penting di Indonesia, Ketahui Cara Pemeliharaan

Sebagai Komoditas Penting di Indonesia, Ketahui Cara Pemeliharaan

Padi Kualitas Unggul

Beras adalah salah satu produk makanan pokok paling penting di dunia. Posisi Indonesia sendiri adalah negara terbesar ketiga yang memproduksi beras terbanyak di dunia. Akan tetapi Indonesia masih tetap perlu mengimpor beras hampir setiap tahun. Hal ini disebabkan karena para petani menggunakan teknik-teknik pertanian yang tidak optimal dalam pemeliharaan padi, ditambah dengan konsumsi per kapita beras yang besar. Untuk mengatasi masalah tersebut, KerabaTani hadir sebagai platform digital smart farming dengan keunggulannya mengembangkan produk berbasis internet of things yang uninstall akan membantu Indonesia menyelesaikan masalah di bidang pertanian dan terkhusunya untuk membantu para petani memaksimalkan hasil panennya.

Cara Pemeliharaan padi kualitas unggul :

Pengairan Berselang

  • Cara pemberian air yaitu saat tanaman berumur 3 hari, petakan sawah diairi dengan tinggi genangan 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air.
  • Pada hari ke-4, lahan sawah diairi kembali dengan tinggi genangan 3 cm.
  • Pemberian air terus dilakukan sampai fase anakan maksimal.
  • Mulai fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus.
  • Pada sawah-sawah yang sulit dikeringkan (drainase jelek), pengairan berselang tidak perlu dipraktekkan.

Pemupukan Lanjutan

  • Penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah.
  • Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kehijauan warna daun padi menggunakan Bagan Warna Daun (BWD).
  • <14 HST: 5075 kg urea/ha untuk varietas unggul.
  • <14 HST: 100 kg urea/ha untuk padi tipe baru.

Pembacaan BWD terkait Pemupukan N

  • Apabila warna daun berada pada skala 3 BWD, digunakan 75 kg urea/ha bila tingkat hasil 5 ton/ha GKG dan ditambahkan 25 kg urea untuk kenaikan setiap kenaikan 1 ton/ha.
  • Apabila warna daun mendekati skala 4 BWD, digunakan 50 kg urea/ha apabila tingkat hasil 5 ton/ha GKG dan ditambahkan 25 kg urea untuk kenaikan setiap 1 ton/ha.
  • Apabila warna daun pada skala 4 BWD atau mendekati skala 5 BWD maka tanaman tidak perlu dipupuk N, apabila tingkat hasil 5-6 ton/ha GKG dan ditambahkan 50 kg/ha urea jika tingkat hasil diatas 6 ton/ha.

Pemupukan P dan K

  • Pada tanah dengan status hara rendah (<20 mg P205/100 g): 100 kg SP-36/ha dan 100 kg KCl/ha.
  • Pada tanah dengan status hara sedang (20-40 mg P205/100 g): 75 kg SP-36/ha dan 50 kg KCl/ha.
  • Pada tanah dengan status hara tinggi (>40 mg P205/100 g): 50 kg SP-36/ha dan 50 kg KCl/ha.

Pengendalian Gulma secara Terpadu

  • Pengendalian gulma secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan kosrok (landak).
  • Pengendalian gulma hanya efektif dilakukan apabila kondisi air di petakan sawah macak-macak atau tanah jenuh air.
  • Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida

Leave a Reply