Selain Pemberian Mulsa, Ini Dia Step Pemeliharaan Kedelai Yang Lainnya
Kedelai Photo by Євген Литвиненко from Pixabay

Selain Pemberian Mulsa, Ini Dia Step Pemeliharaan Kedelai Yang Lainnya

Tanaman kedelai saat ini sudah dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Akan tetapi, kebutuhan kedelai di Indonesia masih belum bia tercukupi dengan baik. Sumber protein nabati yang satu ini sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama dan diolah menjadi bahan pangan untuk kebutuhan sehari – hari. Biasanya industri pengolahan kedelai membutuhkan kedelai untuk membuat aneka bahan makanan, seperti tempe, kecap, tauge, tauco, susu kedelai. Selain itu, kedelai juga dijadikan bahan untuk membuat tinta cetak, industri farmasi, minyak kedelai, industri peternakan dan masih banyak lainnya. Semua indusrti tersebut dapat dijadikan sebagai target pemasaran hasil panen kedelai. Oleh karena itu, budidaya kedelai adalah usaha dengan peluang besar untuk mendapatkan keuntungan.

Setelah kedelai dipanen, para petani bisa memasarkan hasil panen kedelai yang berkualitas melalui koperasi pada wilayah setempat, tengkulak hingga langsung meneruskan ke pedagang besar yang nantinya akan didistribusikan ke industri yang membutuhkan kedelai. Permintaan pasar dari kedelai yang cukup tinggi membuat pemasaran dari kedelai sangat mudah. Harga jual kedelai pun cukup stabil sehingga menguntungkan para petani kedelai.

Namun, sebelum memasarkan hasil panen kedelai, petani terlebih dahulu harus mengetahui cara pemeliharaan kedelai yang baik dan benar, sehingga dapat menghasilkan hasil panen kedelai yang berkualitas. Kedelai yang berkualitas tentu saja akan meningkatkan harga jualnya, sehingga mampu menguntungkan para petani. Saat ini, KerabaTani hadir sebagai platform digital smart farming yang menyediakan berbagai macam informasi dari para ahli di bidang pertanian untuk membantu para petani di Indonesia dalam menambah wawasan mereka. Selain itu, KerabaTani juga menyediakan platform yang mempertemukan berbagai petani di Indonesia agar mereka bisa saling bertukar pikiran dalam wawasan seputar pertanian. 

Berikut step – step pemeliharaan tanaman kedelai yang benar.

  1. Pemberian mulsa

Penguapan lahan dapat dikurangi dengan menggunakan mulsa seperti jerami kering. Mulsa ditebarkan di antara barisan tempat penanaman dengan ketebalan 3-5 cm.  

  • Penyulaman

Kegiatan penyulaman dilakukan 1 minggu setelah penanaman. Penyulaman bertujuan mengganti benih kedelai yang mati atau tidak tumbuh. Keterlambatan penyulaman mengakibatkan tingkat pertumbuhan tanaman tidak serempak.

  • Penyiangan gulma

Penyiangan gulma dilakukan pada pra maupun pasca tumbuh dengan cara pemantauan, baik secara mekanik – konvensional atau manual maupun secara kimia menggunakan herbisida (dosis disesuaikan anjuran produk). Penyiangan gulma dilakukan saat tanaman kedelai berumur 15 dan 30 HST. Jika gulma tumbuh lebat, penyiangan kembali dilakukan saat 55 HST.

  • Irigasi

Fase kritis tanaman kedelai mulai terjadi pada saat pembentukkan bunga hingga pengisian polong atau biji (fase reproduktif). Pemberian irigasi dilakukan mulai dari fase pertumbuhan hingga pengisian biji.  Irigasi dilakukan pada pagi atau sore hari dengan menggenangi saluran drainase 15-30 menit. Frekuensi irigasi 1-4 kali per bulan tergantung  dari kondisi iklim dan jenis tanah. Pada jenis tanah berpasir, kedelai diairi 3-4 kali perbulan pada musim kemarau, sedangkan pada jenis tanah yang mengandung bahan organik tinggi, cukup diairi 1-2 kali perbulan saat musim kemarau.

  • Pemupukan

Pemberian pupuk dengan cara ditugal atau dilarik 5-7 cm dari tanaman kemudian ditutup tanah.

Pemberian pupuk saat tanam, yaitu 50 kg Urea, 75 kg SP36 dan 100-150 kg KCl/ha, 14 HST. Untuk meningkatkan hasil produksi kedelai, dapat digunakan :

  • ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) dan PPC (Pupuk Pelengkap Cair) pada 21 dan 35 HST, ZPT

Antonik 6.5 L masing-masing diberikan dengan dosis 500 cc atau 400 ltr/ha pada 15 dan 28 HST

  • ZPT Dharmasi 5 EC masing-masing diberikan dengan dosis 75 cc atau 500 ltr/ha pada 28 HST 
    • ZPT Ethrel 40 PGR dengan dosis 200 cc atau 500 ltr/ha pada 15 dan 42 HST
    • ZPT Habsanol dengan dosis 25 cc atau 200 ltr/ha pada 15 HST dan dosis 50 cc atau 400 ltr/ha pada 42 HST

Leave a Reply