<strong>Simak Mudahnya Menyiapkan Tanah Sebelum Bertanam Kedelai</strong>

Simak Mudahnya Menyiapkan Tanah Sebelum Bertanam Kedelai

Sumber : bulelengkab.go.id

Kedelai (Glycine max L) merupakan salah satu komoditas pangan bergizi tinggi sebagai sumber protein nabati dan rendah kolesterol dengan harga terjangkau. Kedelai mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh baik dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan. Di Indonesia sendiri, kedelai banyak diolah untuk berbagai macam bahan pangan, seperti : tauge, susu kedelai, tahu, kembang tahu, kecap, oncom, tauco, tempe, es krim, minyak makan, dan tepung kedelai. Banyaknya bentuk pilihan olahan kedelai ini, menjadikan biji – biji an yang satu ini tidak pernah sepi peminat, sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia.

Pembudidayaan tanaman kedelai tidak jauh berbeda dengan penanaman tumbuhan biji – bija an yang lainnya mulai dari tahap pengolahan tanah hingga tahap pemanenan dan penyimpanan kedelai. Dalam pengolahan tanah, petani harus benar – benar memperhatikan pH tanah agar kedelai dapat tumbuh dengan baik. Saat ini, petani bisa dengan mudah mengukur pH tanah menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh KerabaTani. Teknologi Connect akan terhubung dengan mobile system dimana nantinya monitoring dapat dilihat melalui smartphone yang telah terhubung. Teknologi ini juga dilengkapi dengan enam sensor untuk melihat kelembaban udara, kelembaban tanah, suhu udara, intensitas cahaya, unsur pH tanah dan suhu tanah. Selain pH tanah, ada beberapa factor lain yang juga perlu diperhatikan dalam tahap pengolahan tanah, yaitu jenis lahan yang akan digunakan untuk menanam kedelai.

Namun sebelum itu, langkah pertama yang harus dilakukan oleh petani adalah pemilihan varietas kedelai. Pemilihan varietas disesuaikan dengan agroekosistem setempat dan permintaan pengguna. Setiap varietas memiliki daya adaptasi berbeda antar agroekosistem, seperti lahan sawah/tegal, lahan kering, lahan masam, dan lahan pasang surut. Faktor permintaan pengguna biasanya didasarkan pada warna bijinya, yaitu dikenal kedelai kuning dan kedelai hitam. Pemeliharaan kedelai hitam umumnya lebih mudah daripada kedelai kuning. Kedelai kuning membutuhkan tanah yang lebih subur, serta memerlukan pengairan dan pemeliharaan yang lebih baik daripada kedelai hitam. Kedelai hitam umumnya hanya digunakan untuk bahan baku kecap, sedangkan kedelai kuning untuk bahan baku tempe, susu kedelai, tahu serta makanan lainnya (tauco dan lain-lain).

Berikut syarat pengolahan tanah dari jenis lahan yang akan digunakan untuk menanam kedelai :

  1. Lahan Kering
  2. Pola tanam di lahan kering diantaranya adalah : (1) kedelai – kedelai – bera, (2) padi gogo – kedelai, (3) jagung – kedelai – tembakau, (4) kedelai – kedelai – kacang-kacangan lain.
  3. Pada pertanaman musim hujan pertama MH I (Oktober-Januari) dianjurkan menggunakan varietas umur sedang. Sedangkan pertanaman pada musim marengan MH II (Februari-Mei) dapat dipilih menggunakan umur sedang atau genjah.
  4. Lahan disiapkan dengan pengolahan tanah sampai gembur menjelang musim hujan, yakni dengan dibajak 1-2 kali kemudian digaru 1 kali dan diratakan.
  5. Pembuatan saluran drainase dengan jarak antar saluran 3-5 m dengan lebar 30 cm dan kedalaman sekitar 25 cm. Interval antar saluran drainase dapat diperapat sesuai dengan jenis tanah dan kemiringan lahan. Tanah bertekstur halus  (tanah berat) dan lahan  bertopografi datar, jarak antar saluran perlu lebih diperapat menjadi 2-3 m.
  6. Lahan Sawah
  7. Kedelai biasanya ditanam pada musim kemarau pertama MK  I (Februari-Juni) yang ditanam setelah panen padi pertama atau pada musim kemarau kedua MK II (Juni-Agustus) yang ditanam setelah panen padi kedua.
  8. Tanah dibersihkan dari jerami dan diolah 1 kali dengan dicangkul.
  9. Buat saluran drainase setiap 4 m, sedalam 20-25 cm dan lebar 20 cm (pembuatan saluran drainase dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penggenangan air karena kedelai tidak tahan genangan).
  10. Lahan Masam
  11. Pertanaman dilakukan pada MH I dan MH II
  12. Lahan masam perlu diberi kapur bersamaan dengan pengolahan tanah yang kedua atau paling lambat seminggu sebelum tanam.
  13. Dosis pemberian kapur pada lahan masam :
  14. pH 4,8-5,3 = 2 ton/ha
  15. pH 5,3-5,5 = 1 ton/ha
  16. pH 5,5-6,0 = 0,5 ton/ha

Leave a Reply