Step – Step Menanam Selada yang Jarang Diketahui Orang
Selada Photo by Brian McGowan

Step – Step Menanam Selada yang Jarang Diketahui Orang

Di Indonesia permintaan akan selada terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran penduduk akan kebutuhan gizi. Masyarakat sangat menyukai sayuran ini karena memiliki rasa yang enak serta kandungan gizi yang baik. Selada merupakan tanaman semusim serta memiliki penampilan yang menarik, bunganya yang unik mengumpul dalam tandan membentuk sebuah rangkaian. Daun selada banyak mengandung vitamin yang bermanfaat bagi tubuh manusia diantaranya adalah vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. selada juga sering kali dijadikan sebagai bahan untuk mempercantik sajian makanan karena bentuk dan warnanya yang menarik.

Selada akan tumbuh dengan optimal jika ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 50 – 2200 mdpl, dan suhu optimal antara 15-25°C. Jika ingin membudidayakan tanaman selada, petani selada harus menyiapkan tanah lempung berdebu, lempung berpasir, dan tanah yang masih mengandung humus. Setelah itu, petani selada harus memperhatikan step – step penanaman selada sebagai berikut.

  1. Persiapan Bahan Tanam
  • Penanaman selada dilakukan dengan biji. Biji selada yang kecil diperoleh dari tanaman yang dibiarkan berbunga. Setelah tua, tanaman selada dipetik kemudian diambil bijinya. Benih selada yang diperlukan 800 gr/ha lahan.
  • Sebelum benih disemai, benih direndam dalam air hangat (50 ºC) selama satu malam atau dalam larutan Previcur N (0,1 %) selama ±2 jam kemudian dikeringkan.
  • Kemudian, benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media campuran tanah yang telah diayak dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari dan diberi naungan/atap.
  • Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan kedalam bumbunan yang terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama.
  • Teknik Penanaman
  • Setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki 4-5 helai daun, tanaman dapat dipindahkan ke bedengan yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm.
  • Waktu tanam terbaik adalah pada akhir musim hujan, walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.
  • Penanaman bibit yang baik adalah sebelum pukul 09.00 atau pada sore hari setelah pukul 15.00. Pemindahan bibit dengan dengan sistem cabut, bibit yang cukup umur dicabut dengan perlahan dan hati-hati.

Berdiri sebagai startup pertanian yang jarang ditemukan di Indonesia, KerabaTani bersinergi untuk membantu para petani Indonesia dalam menemukan solusi masalah pertanian melalui internet of things dengan inovasi – inovasi yang selalu terbarukan, KerabaTani juga menyiapkan platform shop assistant yang bisa membantu para petani untuk menemukan produk – produk pertanian yang berkualitas dan terpercaya. Penasaran dengan KerabaTani? Kunjungi situs KerabaTani di www.kerabatani.com !

Leave a Reply