<strong>Strategi Jitu Mengatasi Hama Serangga Pada Tanaman Nanas</strong>

Strategi Jitu Mengatasi Hama Serangga Pada Tanaman Nanas

Sumber : agrotek.id

Nanas merupakan salah satu buah komoditas yang banyak diminati masyarakat. Permintaannya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Tingginya ketertarikan masyarakat terhadap buah nanas semakin memperluas budidaya nanas di Indonesia. Namun, kendala yang sering dihadapi oleh petani dalam proses budidaya adalah adanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa hama dan penyakit. Hal ini keberadaan hama dan penyakit berpotensi mengganggu pertumbuhan, menurunkan produktivitas hingga memperngaruhi kualitas buah yang dihasilkan.

Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman nanas adalah serangga. Walaupun spesies ini memiliki bentuk yang kecil, tapi jika populasinya banyak dan menyerang secara berkelanjutan akan berdampak pada keberlangsungan hidup tanaman tersebut.

Berikut ini beberapa jenis serangga penyerang tanaman nanas yang wajib diketahui petani beserta strategi jitu mengatasinya :

Kutu Putih (Dysmicoccus brevipes)

Kutu putih menyerang beberapa bagian pada tanaman. Gejala yang ditimbulkan adalah daun akan melengkung ke bawah dan berwarna merah muda atau merah tua serta ujung daun yang mulai layu. Selain daun, buahnya pun menjadi kecil dan tanaman juga akan tampak kerdil. Untuk mengatasi gejala hama kutu putih ini, petani bisa melakukan penyemprotan tanaman nanas dengan pestisida seperti Paration. Selain itu, untuk meningkatkan keamanan tanaman, petani juga melakukan perendaman pada benih nanas dengan larutan Chemition atau Diazinon 50 cc/L air selama 30 menit dan ditiriskan secara vertikal selama 24 jam. Petani juga perlu menghindari penanaman di sekitar inang kutu putih lainnya yaitu tebu, padi, kopi, pisang, kedelai dan kacang tanah.

Kutu Sisik (Diaspis bromeliae)

Tanaman nanas yang terserang kutu sisik ini akan menampakkan bercak-bercak kering pada permukaan daun. Pada bagian buah juga menjadi tidak menarik karena adanya kutu yang menghisap cairan buah. Adanya serangan kutu sisik ini bisa diatasi dengan melakukan penyemprotan tanaman nanas dengan menggunakan Diazinon, Basudin atau Basaminon (1) atau menerapkan alternatif biokontrol melalui pemanfaatan predator kumbang Chilorococus melanophtalmus Uls. Selain langkah pengendalian, petani juga perlu memperhatikan tindakan pencegahan. Adapun cara yang bisa dilakukan adalah dengan merendam benih nanas menggunakan larutan Chemition atau Diazinon 50 cc/L air selama 30 menit dan ditiriskan secara vertikal selama 24 jam.

Thrips (Thrips tabaci)

Serangan thrips cenderung berfokus pada bagian daun. Gejala yang ditimbulkan adalah ukuran daun muda menjadi menyusut dan timbul bercak berwarna merah keperakan. Ada 3 cara yang bisa diterapkan petani untuk memberantas hama thrips, antara lain :

  • Cara Kimiawi menggunakan pestisida jenis sintetik pirethroid, fosfat organik yang lunak, insektisida IGR (Insect Growth Regulator), mercaptodimethur, dan thripstick dengan konsentrasi formulasi yang digunakan adalah 0.10%-0.20%.
  • Cara Mekanis melalui penggunaan perangkap rekat dengan kecenderungan warna putih hingga biru.
  • Cara Biokontrol menggunakan mikroorganisme seperti Beauveria bassiana dan Verticillium lecani.dan pestisida biorasional dengan campuran AGONAL 8:6:6 dari bahan nimba dan sereh wangi serta penggunaan predator alami seperti Coccinellidae.

Selain pengendalian, petani juga perlu melakukan pembersihan gulma atau tanaman yang menjadi inang thrips seperti lumut dan jamur dan menghindari penanaman nanas yang terus menerus pada lahan yang sama. Langkah ini merupakan tindakan pencegahan untuk menghindari serangan berkelanjutan dan efek yang lebih serius.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman nanas. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply