Sudahkah Kalian Memelihara Tanaman Selada Dengan Benar?
Selada Photo by agricultureguruji.com

Sudahkah Kalian Memelihara Tanaman Selada Dengan Benar?

Selada merupakan tanaman semusim yang memiliki penampilan yang menarik dengan bunganya yang unik dan mengumpul dalam tandan membentuk sebuah rangkaian. Daun selada banyak mengandung vitamin yang bermanfaat bagi tubuh manusia diantaranya adalah vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.  Budidaya tanaman selada akan bernilai ekonomi tinggi. jika di budidayakan dengan baik, sehingga dapat menjadi andalan komoditas sayuran bernilai tinggi. Di Indonesia sendiri, nilai ekonomi selada cenderung sangat stabil dilihat dari jumlah permintaan selada yang terus meningkat.

Pemilihan bibit budidaya selada yang baik tentu akan sangat berperan untuk hasil panen yang baik. Untuk itu, KerabaTani hadir sebagai platform yang membantu para petani untuk menyediakan bibit selada kualitas unggul yang mampu memaksimalkan hasil panen para petani di seluruh Indonesia. Jenis tanaman selada yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia adalah selada air dan selada keriting, kedua selada ini mempunyai manfaat yang sangat bagus buat tubuh seperti mengandung antioksidan tinggi untuk membunuh sel kanker dan tumor, untuk menjaga kesehatan mata, mendektofikasi racun yang ada didalam tubuh manusia, mecegah cacat kandungan, dan beragam manfaat lainnya. Selain itu daun selada juga dapat dijadikan sebagai olahan makanan seperti gado gado, dan bisa juga buat obat panas dalam dan sariawan, menyeimbangkan gula darah dan masih banyak lagi.

Lantas, bagaimana cara memelihara selada dengan benar agar mampu memaksimalkan keuntungan?

Sudahkah kalian memelihara selada dengan benar?

Simak uraian berikut !

Cara pemeliharaan tanaman selada yang baik dan benar :

  1. Penyulaman

Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang mati atau tidak tumbuh dan dilakukan sekitar 7-10 hari setelah tanam.

  • Penyiangan Gulma

Penyiangan dilakukan dengan mencambut gulma yang ada di sekitar tanaman dengan tangan atau menggunakan alat sesering mungkin untuk menghindari adanya persaingan tumbuh.

  • Irigasi

Penyiraman atau irigasi dilakukan 2 kali sehari sampai selada tumbuh normal, dilakukan dari awal persemaian hingga dipindahkan ke lahan. Selain itu, penyiraman juga bisa dilakukan 1 kali setiap hari saat selada sudah dipindahkan ke lahan.

4.  Pemupukan

a. 14 dan 28 HST

Urea 150 kg/ha atau 15 g/m2 bedengan.

(Pemberian pupuk harus merata, salah satu caranya dengan mencampur pupuk Urea dan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman ±5 cm dari tanaman. Setelah itu, pupuk ditutup dengan tanah).

Leave a Reply