<strong>Tanaman Stroberi Anda Banyak Kutunya? Ini Dia Rekomendasi Pengendaliannya</strong>

Tanaman Stroberi Anda Banyak Kutunya? Ini Dia Rekomendasi Pengendaliannya

Sumber: id.haenselblatt.com

Stroberi merupakan tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru di sektor pertanian. Walaupun, stroberi bukan komoditas asli Indonesia, akan tetapi tanaman ini bisa menjadi budidaya potensial jika dikembangkan . dengan system agrobisnis dan agroindustri. Beberapa daerah di Indonesia sudah menerapkan system tersebut dan menjadikan stroberi sebagai budidaya unggulan mereka, seperti Sukabumi, Cipanas, Lembang, Batu dan Bedugul Bali. Dimana beberapa daerah tersebut memiliki karakteristik sebagai daerah dataran tinggi. Stroberi memang membutuhkan lingkungan tumbuh yang bersuhu dingin dan lembab sebagaimana pada daerah pegunungan antara 1.000 – 1.500 mpdl. Adapun kondisi iklimnya memiliki suhu udara optimum antara 170 C hingga 200 C atau suhu udara minimum antara 40 C- 50C, idealnya 100 C – 180C.

Walaupun, tanaman stroberi memiliki kemampuan adaptasi yang cukup luas dan mampu tumbuh baik pada daerah yang sesuai dengan karakteristiknya, tapi petani harus tetap melakukan perawatan dan pengawasan terutama dari hama dan penyakit tanaman. Hal ini karena hama dan penyakit akan selalu berusaha menyerang tanaman dan jika dibiarkan maka akan berdampam buruk pada keberlangsungan hidup dan kualitas produksi dari tanaman itu sendiri.

Kutu adalah salah satu jenis serangga penyerang tanaman budidaya yang tidak dapat diremehkan. Perlu diketahui, ini dia beberapa kutu yang kerap menyerang tanaman stroberi beserta rekomendasi pengendaliannya :

Kutu Daun (Caetosiphon fragaefolii)

Gejala yang sangat jelas tampak dari serangan kutu daun adalah adanya koloni kutu daun yang teramati di bawah daun. Kutu daun akan bergerak menyerang bagian-bagian tumbuhan, seperti daun dan buah. Akibatnya pucuk/daun akan mengeriput atau mengiriting, dan pembentukan bunga atau buah jadi terhambat. Jika gejala tersebut sudah ditemui pada tanaman stroberi, maka petani harus segera memangkas dan memusnahkan daun yang terserang. Petani juga bisa menggunakan alternative pengendalian yang lain seperti melakukan introduksi serangga predator kutu daun (kumbang koksi/ladybug, assassin bug) atau menggunakan insektisida Fastac 15 EC dan Confidor 200 EC. Agar tanaman lebih aman dari serangan kutu daun, petani juga bisa menanam tanaman refugia di sekitar lahan dan memasang Yellow Paper Trap (40 trap/ha).

Kutu Putih (Pseudococcus spp.)

Kutu putih yang cenderung menyerang pada bagian tanaman yang lunak. Akibatnya, bagian tersebut menjadi kecil dan tidak sempurna. Jika serangan semakin parah, seringkali diikuti oleh infestasi semut, dimana serangan ini berpotensi menimbulkan terjadinya penurunan produktivitas tanaman. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan petani untuk mengatasi serangan kutu putih ini adalah dengan menggunakan Perfekthion 400 EC atau Decis 25 EC. Namun, dalam hal ini petani tidak cukup hanya mengandalkan pengendalian secara kimiwi. Petani juga perlu menghindari populasi tanaman yang terlalu padat dan menyiangi gulma secara rutin sebaga bentuk langkah pencegahan.

Kumbang Penggerek Bunga (Anthonomus rubi)

Tanaman stroberi yang terserang kumbang penggerek bunga ditandai dengan adanya lubang gerekan pada bunga dan butiran halus seperti tepung pada luka gerekan, serta tangkai bunga muda yang patah. Cara mengatasinya, petani bisa menggunakan insektisida berbahan aktif Bifenthrin, Pyrethrin, Chlorpyrifos atau Thiacloprid. Selanjutnya, petani juga bisa memasang Jebakan Feromon yaitu jebakan dengan campuran feromon yang terdiri dari GrandLure I, GrandLure II dan Lavandulol (1:4:1). Pemasangan jebakan ini berfungsi sebagai upaya pencegahan agar hama tidak melakukan penyerangan secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih fatal.

Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman stroberi. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan

Leave a Reply