Tanaman Tomat Anda Terserang Serangga ? Lakukan Ini Untuk Mengatasi Dan Mencegahnya !!
Serangga pada tomat Source : Photo by Tiffany Anthony

Tanaman Tomat Anda Terserang Serangga ? Lakukan Ini Untuk Mengatasi Dan Mencegahnya !!

Tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae yang memiliki siklus hidup singkat dan tumbuh setinggi 1 hingga 3 meter. Tanaman ini idealnya ditanam pada kisaran suhu 20-27oC dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl. Intinya, tomat dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah. Salah satunya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Kandangan, Malang. Tomat sangat mudah dijumpai dan tumbuh subur di desa ini. Tidak heran, jika banyak petani desa yang memilih budidaya tomat sebagai ladang usaha. Dan ternyata hasilnya sangat menggiurkan. Tomat yang ditanam di atas lahan seluas 342 meter atau 0,03 hektar (ha) saja sudah bisa menembus panen sebesar 4,8 hingga 7,2 juta.

Untuk menghasilkan keuntungan budidaya tomat yang optimal, tentu dibutuhkan modal yang cukup. Tidak hanya modal berupa dana, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah pemahaman tentang tata cara budidaya tomat. Termasuk juga dalam hal penanganan dan pencegahan terhadap hama tanaman tomat. Salah satu hama yang sering menyerang tomat adalah serangga. Ada 4 jenis serangga yang menjadi hama tanaman tomat, antara lain :

  1. Helicoverpa armigera

Serangga dari kelompok ngengat yang larvanya menjadi salah satu hama penting pada pertanaman kapas dan jagung. Namun, ternyata serangga ini juga menyerang tomat. Ada beberapa gejala yang bisa ditandai, antara lain :

– Penampakan telur pada permukaan daun atau tunas bunga

– Kerusakan daun akibat larva muda

– Lubang pada tunas bunga, bunga atau buah muda akibat serangan larva tingkat lanjut

Cara mengatasinya bisa dilakukan dengan berbagai cara, meliputi :

  • Penggunaan biopestisida, seperti ekstrak daun mimba, ekstrak biji mimba, Bacillus thuringiensis  (kitin sl, turex wp)
  • Penggunaan biokontrol, seperti Parasitoid (Trichogramma sp), Virus HaNPV
  • Secara kimiawi, seperti menggunakan Deltametrin (Decis), Lambda-sihalotrin (Matador 25 EC)

Selanjutnya, ada beberapa cara pencegahan yang bisa diterapkan, antara lain :

– Hindari penanaman tomat dekat tanaman inang lain dari hama ini

– Memasang penghalang fisik (jaring nylon) di sekitar lahan tomat

– Menanam tanaman Refugia

2.  Ulat Grayak (Spodoptera litura & Spodoptera exigua)

Ulat grayak merupakan jenis hama polyphagus yang menyerang beberapa jenis tanaman. Ulat ini juga sering menyebabkan kerusakan pada daun tanaman kacang-kacangan, jagung, padi, bawang, selada, sawi, kapas, tebu, kedelai, dan termasuk tembakau. Serangannya ditandai dengan kerusakan daun yang parah hingga hanya menyisakan tulang daun dan terdapat lubang pada buah diikuti oleh cacat bentuk hingga busuk buah (Spodoptera exigua). Petani bisa menggunakan biocontrol berupa Parasitoid (Trichogramma sp), dan Virus SlNPV untuk mengatasi serangan hama ulat grayak ini pada tanaman tomat. Selanjutnya untuk langkah pencegahan bisa dengan memasang pheromone trap di sekitar kebun (Fero Grayak & Feromon exi).

  • Pengorok Daun Tomat (Liriomyza bryoniae)

Serangga penggorok daun tomat merupakan salah satu hama yang paling ditakuti oleh petani. Hal ini karena pada saat musim kemarau tiba, hama penggorok daun berpotensi menyebabkan gagal panen dan kerusakan hingga mencapai 60 – 100 persen. Gejala yang ditimbulkan dari serangga ini adalah kerusakan jaringan daun berbentuk spiral panjang mengikuti gerakan serangga. Ada 3 cara yang bisa dilakukan petani untuk mengatasi gejala akibat serangga ini, antara lain :

  • Jika menggunakan cara mekanis, petani hanya perlu memangkas dan memusnahkan daun-daun yang terserang
  • Petani juga bisa menggunakan cara kimiawi melalui penggunaan abamectin (Dimectin 18 EC).
  • Alternatif lain, petani juga bisa menggunakan biokontrol, seperti bacillus thuringiensis (Kitin SL, Turex WP).

Selain itu, ada beberapa rekomendasi pencegahan terhadap hama penggorok daun tomat yang bisa menjadi wawasan baru bagi petani dalam budidaya tomat, antara lain :

– Hindari penanaman tomat dekat tanaman inang lain dari hama ini

– Memasang penghalang fisik (jaring nylon) di sekitar lahan tomat

– Instalasi Mulsa Plastik pada tanah sekitar tanaman tomat

– Pemasangan Yellow Paper Trap (40 trap/ha)

4. Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Kutu kebul merupakan salah satu hama tanaman yang sangat membahayakan pada budidaya tomat. Kutu kebul memiliki ciri hewan bersayap, berwarna putih, berukuran 0,8 – 1 mm, dan kedua pasang sayapnya ditutupi lilin berwarna putih hingga kekuningan seperti tepung. Tomat yang terserang hama kutu kebul ini memiliki ciri daun menguning dan layu. Selain itu, seringkali serangan dibarengi dengan pertumbuhan embun jelaga (sooty mold). Rekomendasi penanganan yang bisa dilakukan oleh petani yaitu dengan menggunakan biopestisida berupa ekstrak daun dan biji mimba atau cara kimiawi melalui penggunaan imidakloprid. Bahan kimia ini merupakan insektisida sistemik yang bertindak sebagai neurotoksin serangga dan termasuk dalam kelas bahan kimia yang disebut neonicotinoid yang bekerja pada sistem saraf pusat serangga. Imidakloprid bekerja dengan mengganggu transmisi rangsangan pada sistem saraf serangga. Adapun cara pencegahan terhadap kutu kebul sama dengan hama penggorok daun tomat. Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman tomat. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply