Tidak Sembarangan, Ternyata Ada Cara Khusus Dalam Memanen Kubis
Kubis Photo by Isara Somboon

Tidak Sembarangan, Ternyata Ada Cara Khusus Dalam Memanen Kubis

Kubis atau lebih dikenal dengan sebutan kol merupakan sayuran yang mengandung banyak vitamin, diantaranya yaitu vitamin A, beberapa vitamin B, vitamin C, dan vitamin E. Kubis juga mengandung banyak mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan besi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Tanaman yang termasuk ke dalam famili Brassicaceae ini bisa tumbuh dengan di tanah lempung berpasir yang subur, gembur dan mengandung banyak bahan organik. Keasaman tanah atau pH yang dibutuhkan oleh tanaman kubis berkisar antara 5,5 – 6,5 dengan irigasi dan drainase yang memadai. Kubis akan tumbuh lebih optimal jika ditanam di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 400 m dpl ke atas di daerah tropic dengan cakupan suhu yang tidak terlalu tinggi.

Saat ini, petani bisa dengan mudah mengukur pH tanah hingga suhu udara menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh KerabaTani. Teknologi Connect akan terhubung dengan mobile system dimana nantinya monitoring dapat dilihat melalui smartphone yang telah terhubung. Teknologi ini juga dilengkapi dengan enam sensor untuk melihat kelembaban udara, kelembaban tanah, suhu udara, intensitas cahaya, unsur pH tanah dan suhu tanah. Produk ini tentunya sangat cocok untuk diterapkan pada budidaya tanaman kubis yang memang sedikit membutuhkan perawatan dan perlakuan khusus agar mempu menghasilkan hasil panen yang baik.

Perlakuan khusus pada tanaman kubis juga berlaku pada saat kubis memasuki masa panen, yaitu setelah berumur 60 hingga 90 hari sejak penanaman tergantung jenis varietas tanaman kubis yang ditanam. Agar tidak sembarangan, berikut ulasan cara pemanenan tanaman kubis yang baik dan benar.

Penanganan Tahap Pertama

  • Pemanenan dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 3.5 bulan atau 129 hari atau tergantung dari terbentuknya curd pada sekitar 85% total tanaman dalam bentuk yang besar.
  • Untuk melindungi curd sewaktu pengangkutan dari kebun ke tempat sortasi, daun tua dibiarkan ikut serta dan tidak dibuang di kebun.
  • Sortasi dilakukan dengan membersihkan daun-daun tua menggunakan pisau atau parang sehingga hanya tertinggal bagian curd-nya yang berbentuk bulat dan pipih.
  • Curd yang telah didapatkan kemudian dibersihkan dengan disemprot air dan ditiriskan dalam wadah khusus.

Penanganan Tahap Kedua

  • Pengepakan atau pengemasan sesuai tujuan (pengiriman ke pasar lokal menggunakan keranjang bambu atau bakul besar, sementara pengiriman antar pulau atau ekspor sebaiknya menggunakan peti dari bahan kayu.
  • Pengangkutan hasil tanaman kubis yang telah dikemas dapat menggunakan kendaraan bermotor (pick up/truk).
  • Penyimpanan sebaiknya memanfaatkan ruangan yang temperaturnya dingin dengan kelembaban nisbi antara 85%-95% agar kesegaran dan keawetan kubis terjaga.

Leave a Reply