<strong>Tips Mengatasi Hama Serangga Pada Tanaman Melon dan Cara pengendaliannya</strong>

Tips Mengatasi Hama Serangga Pada Tanaman Melon dan Cara pengendaliannya

Upaya pengendalian dan pemberantasan hama penyakit merupakan hal yang sangat penting dikuasai oleh para petani dalam usaha budidaya di bidang pertanian. Tanaman melon sebagai salah satu jenis tanaman yang gemar dibudidayakan juga tidak lepas dari hama dan penyakit. Walaupun terlihat remeh, akan tetapi serangan hama tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menyebar dan berakibat pada keberlangsungan hidup tanaman tersebut.

Serangga merupakan salah satu hama yang kerap menyerang hampir semua jenis tanaman budidaya. Termasuk juga melon. Dari sekian banyak serangga, ada dua jenis serangga yang menyerang tanaman melon, yaitu kutu daun (Aphis gossypii) dan thrips (Thrips parvispinus). Berikut penjelasannya beserta cara mengatasi dan mencegahnya :

Kutu daun (Aphis gossypii)

Kutu daun memiliki ciri berwarna kuning, hijau dan hijau kekuningan. Selain berperan sebagai hama penyerang tanaman melon, kutu daun juga merupakan vector virus yang dapat menularkan lebih dari 50 jenis virus tanaman. Kutu daun memiliki dua jenis yaitu bersayap dengan ukuran 1,1 – 1,8 mm, dan tidak bersayap dengan ukuran 0,9 – 1,8 mm. Gejala serangan kutu daun dapat dilihat dari daun mengeriting dan menyempit di sekitar tulang daun, adanya koloni kutu daun di bawah daun, biasanya diikuti oleh infestasi semut pada tanaman (serangan berat) hingga tanaman menjadi kerdil dengan kondisi daun menggulung. Ada tiga rekomendasi cara penanganan hama serangga kutu daun ini, yaitu :

  • Cara mekanis dengan memangkas dan memusnahkan daun yang terserang
  • Alternatif biokontrol melalui introduksi serangga predator kutu daun (kumbang koksi/ladybug, assassin bug)
  • Cara kimiawi menggunakan Abamectin (Dimectin 18 EC), Deltametrin (Decis 25 EC)

Selanjutnya, petani juga perlu melakukan tindakan pencegahan dengan cara menanam tanaman refugia dan memasang Yellow Paper Trap (40 trap/ha) di sekitar lahan. Tindakan ini dilakukan untuk mencegahan penyerangan lebih berat oleh serangga kutu daun sehingga menimbulkan efek yang lebih fatal pada tanaman.

Thrips (Thrips parvispinus)

Thrips merupakan jenis serangga yang berukuran sangat kecil, kisaran 1-2 mm. Serangga ini menyerang dengan cara menghisap cairan pada daun atau pucuk daun menggunakan alat penusuknya. Akibatnya, timbul kerutan pada permukaan daun diikuti dengan perubahan warna daun karena klorosis. Bahkan jika serangan berat, menyebabkan perubahan warna pada daun menjadi kecoklatan dan mengering, hingga akhirnya tanaman menjadi mati. Untuk mengatasinya, petani bisa menerapkan beberapa cara berikut ini :

  • Cara Mekanis yaitu dengan memangkas dan memusnahkan daun yang terserang
  • Cara kimiawi melalui penggunaan Abamectin (Dimectin 18 EC), Beta-siflutrin (Cakram 25 EC), Profenofos (Curacron 500 EC) Chlorfluazuron, Teflubenzuron
  • Cara biokontrol dengan menggunakan hewan golongan Coleoptera tertentu, Coccinella dan dari keluarga Miridae atau introduksi kutu predator (Amblyseus sp)

Selain pengendalian, petani juga perlu melakukan tindakan pencegahan agar serangan serangga thrips tidak berkelanjutan. Ada beberapa rekomendasi pencegahan yang bisa diterapkan oleh petani yaitu : melakukan penyiangan gulma total sebelum penanaman, menggunakan paper Trap berwarna biru atau putih (40 lembar/ha), dan memasang Mulsa Plastik Perak sebelum bibit ditanam

Itulah beberapa jenis serangga penyerang tanaman melon beserta rekomendasi penanganan dan pencegahannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi petani untuk mengetahui strategi penanganan dan pencegahan hama yang tepat dalam proses budidaya tanaman melon. Selain itu, diperlukan sebuah alat atau system yang membantu petani dalam memantau kondisi dan perkembangan pertanian secara real time terutama dari serangan hama, tanpa harus mengelilingi lahan dan mengecek tanaman satu per satu. Alat dan sistem otomatis bisa didapatkan di KerabaTani Indonesia yang merupakan start up pertanian berbasis teknologi yang kini sedang mengembangkan teknologi pertanian guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas pertanian. Beberapa produk teknologi pertanian KerabaTani adalah Zenbox, drone, dan beberapa alat lainnya yang bisa melakukan pemantauan secara otomatis berbasis android. Informasi lengkap mengenai produk tersebut bisa diakses di http://kerabatani.com/produk/. Website ini akan membantu petani Indonesia dalam mengatasi permasalahan di lapangan dan mengenal lebih jauh tentang KerabaTani Indonesia. Adanya produk pertanian berbasis teknologi ini, diharapkan mampu mendukung digitalisasi pertanian di Indonesia sehingga mampu menciptakan petani yang cerdas dan pertanian yang berkelanjutan.

Leave a Reply