Tips &Trick Of The Week : Pemeliharaan Tanaman Kubis
Kubis Photo by Couleur dari Pixabay

Tips &Trick Of The Week : Pemeliharaan Tanaman Kubis

Kubis (Brassica oleraceae), atau biasa disebut sebagai kol oleh masyarakat Indonesia, adalah tanaman sayur yang tergolong dalam famili Brassicaceae. Tumbuhan ini memiliki batang yang lunak dengan daun yang berukuran cukup lebar dan lonjong seperti kipas. Kubis banyak dibudidayakan karena selain memiliki nilai ekonomis, kubis juga banyak mengandung protein, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin B1, Vitamin B2 dan Niacin, sehingga sangat bagus untuk dikonsumsi. Beberapa jenis kubis yang banyak dibudidayakan oleh para petani lokal di antaranya adalah kubis putih, kubis merah, kubis hijau, dan kubis savoy.

Tanaman kubis dapat hidup pada ketinggian 200-2000 m dpl tergantung varietasnya. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik pada suhu antara 10-24 derajat celsius. Pada dasarnya, kubis membutuhkan air dalam jumlah yang cukup banyak. Kubis biasanya ditanam melalui benih. Ciriciri benih kubis yang unggul di antaranya bentuknya sempurna, bebas hama dan penyakit, murni, berasal dari tanaman unggul, memiliki daya kecambah lebih dari 80 persen, dan tenggelam bila direndam di air.

Setelah petani berhasil menanam kubis, kini saatnya KerabaTani memberikan tips&trick mengenai perawatan kubis sehingga mengahasilkan kubis dengan kualitas yang bagus dan bernilai ekonomis tinggi.

Penyulaman Tanaman

Penyulaman dilakukan jika terdapat bibit tanaman kubis yang mati atau lambat pertumbuhannya. Penyulaman dihentikan setelah tanaman kubis berumur 15 HST. Sebelum tanaman berumur 2 minggu, jika tanaman mati atau tumbuh tidak normal maka dilakukan penyulaman atau penggantian tanaman yang mati atau yang tumbuh tidak normal dengan tanaman baru.

Penyiraman Tanaman

Untuk kubis pada awal tanam penyiraman tanaman kubis perlu dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore hari. Apabila terjadi hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. Sedangkan untuk tanaman kubis yang berumur sekitar 30 HST penyiraman dilakukan dengan cara di leb dan dilakukan setiap 2-3 hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi lahan.

Penyiangan Tanaman

Penyiangan gulma cukup dilakukan sebanyak 2-3 kali. Penyiangan dilakukan bersamaan pada saat melakukan pemupukan susulan atau tergantung pada kondisi gulma yang tumbuh, biasanya pendangiran dan pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan.

Pemupukan Tanaman

Pemberian pupuk susulan dilakukan pada usia 25-30 HST atau setelah melakukan penyiangan gulma. Pupuk yang diberikan yaitu NPK 300 kg/Ha (10 gr/tanaman). Pengaplikasiannya dengan cara membuat alur melingkar mengelilingi tanaman kubis dengan jarak 5-7 cm dari tanaman. Pemberian pupuk tambahan yaitu berupa pupuk cair bio-urine sapi yang diberikan pada saat tanaman berumur 10, 20, 35 dan 45 hari setelah tanam. Formulasi campurannya 1: 10 (100 ml bio urine/liter air). Pengaplikasiannya dengan cara disiram atau disemprotkan di sekitar batang atau area perakaran tanaman.

Temukan tips & trick menarik lainnya hingga produk-produk pertanian dengan kualitas terbaik yang didukung dengan teknologi canggih di www.kerabatani.com. Para petani yang melek pengetahuan akan dapat mengoptimalkan hasil panen mereka, lalu meraup untung sebesarbesarnya.

Leave a Reply